Waspadai Anak Kecanduan Gadget

Widyanti, seorang ibu muda yang tinggal di daerah Bunul, Blimbing, Kota Malang, ini mengaku sangat menyesal membiarkan anaknya Rizki, 4, bermain gadget mulai umur 2 tahun. Sebab, anaknya menjadi sangat kecanduan dan suka marah-marah saat dilarang bermain gadget.

”Awalnya saya beri dia gadget biar diam dan tidak rewel. Eh ternyata, lama-kelamaan anak saya kecanduan berat bermain gadget. Bahkan, saat bangun tidur, dia langsung minta gadget. Kalau tidak dikasih, ya nangis sampai lama dan berontak,” ungkap perempuan yang berkarir di sebuah perusahaan swasta ini.

Yang membuat dia semakin menyesal, ketika anaknya berumur 3 tahun, dia terkesan cuek dengan lingkungan, termasuk kepada kedua orang tuanya. Nah, setelah mencari berbagai referensi untuk menangani anak kecanduan gadget, Widyanti kemudian membelikan mainan bongkar pasang, robotik, lego, dan lain-lainnya.

Sejak saat itulah, Rizki mulai bisa mengurangi bermain gadget. ”Memang belum bisa meninggalkan secara total, tapi sudah lumayan berkurang,” ujarnya.

Namun, saat bersama kedua orang tuanya, Rizki juga masih sering minta bermain gadget. Namun, ketika ditinggal kerja dan di rumah bersama pembantu rumah tangga (PRT), Rizki kuat tidak bermain gadget. Sebab, dia sudah tahu kalau gadget-nya dibawa kerja oleh kedua orang tuanya. ”Sekarang saya sudah sedikit lebih tenang,” ujar Widyanti.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *