Tidak perlu tempat yang jauh untuk foto landscape yang WOW

Tidak perlu tempat yang jauh untuk foto landscape yang WOW

Tulisan ini dibuat untuk album foto berbagi di Komunitas Hobi Foto Bandung (HFB)

Ide postingan ini berawal dari komentar seorang teman terhadap foto-foto saya.

“Ah, pantes foto kamu lumayan, wir. Motretnya ke tempat yang jauh-jauh dan udah keren gitu tempatnya”

Temen saya itu memang tidak salah, tapi juga nggak sepenuhnya benar. Begini, saya menganggap subjek dalam foto landscape itu adalah cahaya. Cahaya yang akan membentuk garis, bentuk, warna, pola yang dibentuk alami oleh alam.

Jadi, foto landscape itu you can do practically anywhere!

Sebagai contoh, kebetulan di dekat kosan saya sekitar Bandung selatan, ada sebuah area komplek yang dikelilingi persawahan yang luas. Sebut saja Cikoneng. Teman-teman HFB sudah pernah kesana.

Karena tempat-nya dekat, saya sering berburu sunrise disana. Juga cukup sering bersama si mimin Dedi Erfiadi karena rumahnya juga berdekatan.

Tempatnya sebetulnya sangat tidak bagus, berantakan, kalau dilihat pada siang hari. Tetapi kalau kita bisa bangun lebih pagi, pemandangan disini menjadi sangat berbeda!

Kalau kita perhatikan seorang Ansel Adams, bapaknya fotografi landscape dunia, foto-fotonya kebanyakan berada di Yosemite valley. Bukan karena apa-apa, tapi karena rumah dia memang disana.

Orang bilang photography is the art of seeing, di tempat inilah saya melatih mata saya untuk foto landscape.

Foto-foto ini memang tidak terlalu bagus, tapi cukup bisa memuaskan saya. Kebanyakan diambil dengan Nikon D40 dan lensa kit.

Inilah salah satu pemandangan Cikoneng di pagi hari. Warna biru pekat di langit karena filter CPL
Saya kembali di hari yang berbeda, dan juga lebih pagi. Tempat masih sama.
Dan, kalau jeli, banyak foreground menarik yang bisa ditangkap. Inilah wajah dayeuhkolot 😀
Matahari berubah posisi sepanjang tahun. Karena saya sering kesana, saya dapat posisi matahari yang berbeda-beda.
Saya jarang kesana jika sore hari. Tetapi, ternyata hasilnya tidak terlalu buruk.
Atau mau panoramic juga boleh. Eksplorasi sesuka hati. Kalau tempatnya dekat kan enak 😀
Atau kalau bosan bisa ganti tempat, cuma geser 20 meter dari tempat sebelumnya
Atau kembali lagi di hari berikutnya, dapet bonus kabut. Dengan cara ini kita akan mengerti warna dan kualitas cahaya serta pengaruh perubahan alam terhadap hasil foto.

Kalo lagi bosen landscape, bisa nyebur ke sawah dan banyak kesempatan foto human interest
Ini penampakan jalan cikoneng. Foto-foto sebelumnya diambil dari hanya sepanjang jalan ini.
Saya punya ratusan foto refleksi seperti ini, dengan objek dan warna-warni berbeda 🙂
dan juga seperti ini.. Sumpah! Kalau siang disini jelek banget! 😀
Foto-foto agak ‘abstrak’ macem begini juga sering saya dapati. Limited by imagination 🙂

Tidak, saya bukannya mengajak teman-teman untuk hunting disini. Yang ingin saya sampaikan adalah foto landscape itu bisa diambil dimanapun, tidak hanya tempat-tempat yang memang sudah indah, seperti bromo misalnya. Semua tergantung bagaimana kita mengolah sesuatu yang sudah tersedia.

Bahkan, menurut saya ini juga berlaku tidak hanya untuk foto landscape. Tapi juga untuk jenis foto lainnya. Bukan subjek yang menentukan bagus-tidaknya foto, tapi diri kita sendiri.

Yang paling penting adalah passion kita. Rasa ingin tahu yang tinggi dan tentu kesabaran ekstra.

Happy shooting!

sumber : http://wiranurmansyah.com/tidak-perlu-tempat-yang-jauh-untuk-foto-landscape-yang-wow

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *