Serba-Serbi Kehidupan yang Cuma Dialami Oleh Arek-Arek Jowo Timur

Serba-Serbi Kehidupan yang Cuma Dialami Oleh Arek-Arek Jowo Timur

Kalau kemarin sempat dibahas Perjuangan Hidup yang Dirasakan Oleh Anak Muda yang Wong Jowo , sekarang Hipwee mau membeberkan secara khusus serba-serbi kehidupan yang dialami oleh orang-orang Jawa Timur.

Banyak yang belum tahu kalau kultur budaya antara Jawa Timur dan Jawa Tengah itu berbeda. Selain itu, banyak juga yang bilang kalau orang Jawa Timur itu orang Jawa yang kasar, selengekan, dan berkelakuan mirip preman. Biar kamu nggak salah paham, simak dulu deh gimana suka dukanya jadi orang Jawa Timur!

1. Saat Kamu Merantau ke Daerah yang Tidak Menggunakan Bahasa Jawa, Kamu Bakal Tetap Dianggap Dari Jogja Atau Solo
Kamu dikira dari Solo atau Jogja via sahabatbudayaindonesia-2.blogspot.com

Kalau kamu adalah orang asli Jawa Timur, saat kamu merantau ke Bandung atau Jakarta misalnya, orang-orang bakal tetap mengira kamu orang Jogja atau Solo.

Entah kenapa, setiap orang Jawa yang ada di dunia ini selalu dituding sebagai orang Jogja dan Solo. Orang-orang akan berpikir kalau kamu adalah orang Jawa yang logat bicaranya kalem, halus, lembut dan pelan-pelan.

Di titik ini, kamu mulai mempertanyakan eksistensi arek-arek Jawa Timur. Kurang keras apa ya ngomongnya sampai gak disadari gitu keberadaannya?

2. Banyak yang Heran Sama Kamu Karena Kamu Orang Jawa Tapi Nggak “Kalem”
Kalem aja… aku anak surabaya.. via www.keepcalm-o-matic.co.uk

Teman: “Eh.. Lo kan Orang Jawa, tapi kok nggak ada lembut-lembutnya sama sekali sih?”

Kamu: “Hah? Emang kalau Orang Jawa itu harus lembut ya?”

Teman: “Iyalah… Orang Jawa tuh manis, lembut, kalem. Kalau ngomong, jalan itu pelan-pelan. Orangnya sopan, kalau ketawa ditutup. Gitu… nggak kayak lo gini. Ceplas-ceplos, nggak ada manis-masnisnya sama sekali!”

Kamu: “Heh, aku iki Arek Suroboyo, Cak! Mbok pikir aku iki kate nari srimpi, tah? Nek ngomong karo mlaku kudu alon-alon, selak kiamat dunyo iki rek!”
(Heh, Aku ini orang Surabaya! Kamu pikir aku mau nari srimpi, apa? Kalau ngomong sama jalan harus pelan-pelan, keburu kiamat dunia ini!)

3. Banyak Juga yang Menganggap Kalau Orang Jawa Timur Itu Orang Jawa Versi Kasar
Bnayak yang menganggap orang jawa timur itu kasar via udiono5.blogspot.com

Karena sering dibandingkan dengan orang-orang Jawa Tengah, orang Jawa Timur sering dibilang sebagai orang Jawa versi kasarnya.

Cara bicaranya yang sedikit lantang, tegas, cepat dan juga ceplas-ceplos seperti preman, membuat orang Jawa Timur terkesan seperti orang kasar yang sopan santunnya kurang baik dibandingkan orang Jawa Tengah.

4. Padahal Orang Jawa Timur Itu Nggak Kasar Sama Sekali Kok!
Kita bukan oang jawa kasar kok! via capos.000space.com

Orang Jawa Timur itu bukan orang Jawa yang kasar, kok. Hanya saja, orang Jawa Timur itu memang memiliki karakter dan watak yang jauh berbeda dengan orang Jawa Tengah.

Orang Jawa Tengah dikenal dengan sifatnya yang kalem, lembut, lemah gemulai, sungkanan dan bahkan sering dibilang klemar-klemer (lelet).

Sedangkan orang Jawa Timur itu lebih cekatan, tegas, nggak sungkanan, blak-blakan, dan nggak suka berbelit-belit. Oleh karena itu, orang Jawa Timur terkesan sebagai orang yang kasar. Padahal, orang Jawa Timur itu hatinya selembut tahu sutera, lho! :p

5. Kalau Orang Jawa Tengah Susah Bilang “Enggak”, Orang Jawa Timur Lebih Berani Tegas
Orang jawa Timur itu tegas via www.tempo.co

Watak orang Jawa Timur memang sedikit lebih keras jika dibandingkan dengan orang Jawa Tengah. Pada umumnya, orang Jawa Tengah terkenal dengan sikapnya yang “pakewuhan”, mereka selalu susah untuk menolak permintaan orang lain, sehingga terkesan “mbulet”.

Kalau orang Jawa Timur, umumnya mereka jauh lebih bisa bertindak tegas megenai hal ini. Orang jawa timur nggak terbisasa untuk bersikap manis-manis dan sungkanan. Mereka lebih senang berbicara secara terang-terangan dan langsung to the point.

6. Meskipun Terdengar Kasar, Orang Jawa Timur Juga Bisa Kromo Inggil, Kromo Lugu dan Ngoko!
Nyuwun ngapunten.. dalem nggeh saget ngomong boso kromo..

Meskipun arek Jowo Timur identik dengan Bahasa Jawanya yang kasar, mereka juga tetap bisa berbahasa Jawa halus kok. Orang Jawa Timur juga masih fasih berbahasa Jawa menggunakan kromo inggil, alus dan juga ngoko. (Kecuali wilayah daerah yang menggunakan bahasa madura dan osing).

Jadi, kalau ada orang yang berani bilang kamu orang Jowo Timur kasar, ajak dia ngomong Bahasa Jawa Kromo Inggil! Pasti itu orang cuma bisa merem melek!

8. Kamu Sering Dipanggil “Arek Suroboyo” dan Dibilang “Bonek”
Arek Suroboyo itu Bonek via greenshopbonek.wordpress.com

Entah kenapa setiap kali menyebut nama kota asalmu, seringnya akan disangkut pautkan dengan supporter klub sepak bola di kotamu. Kalau kamu dari Surabaya, kamu otomatis Bonek. Kalau kamu dari Bandung, otomatis kamu Bobotoh. Kalau dari Jakarta, otomatis kamu The Jak Mania.

9. Padahal Jawa Timur itu ada macem-macem, nggak cuma Suroboyoan..
Ada suku osing juka di Jawa Timur via siskanurifah.wordpress.com

Jawa Timur memang identik dengan Bahasa Suroboyoan, tapi sebenarnya di daerah ini masih banyak sekali dialek Jawa lainnya bahkan bahasa yang berbeda.

Terhitung ada lima dialek yang berbeda di Jawa Timur, yaitu: etnis Jawa Timur-an, Jawa Tengah-an, Jawa Osing, Jawa Pesisir Selatan dan Jawa Pesisir Utara. Bahasa Jawa yang digunakan ada beberapa macam, ada yang Jawa Timur-an, ada Bahasa Madura-an, Bahasa Osing, juga ada yang Jawa Tengah-an.

Tuh, masih belum sadar juga betapa beragamnya budaya Indonesia? Satu provinsi aja ada banyak kebudayaan dan bahasa. Apalagi kalau ditambah dari semua provinsi di Indonesia? Bisa bayangin, ‘kan?

10. Nggak Cuma Anak Gaul Jakarta yang Jago Bolak-balikin Kata, Orang Malang Juga Nggak Kalah Jago!
Akeh Mabuk Mlebu Kuburan (Banyak mabuk masuk kuburan) via kampungarema.blogspot.com

Osob kiwalan kera ngalam (dibaca terbalik: boso walikan arek malang) alias bahasa kebalikan anak malang ini adalah salah satu bahasa gaul yang cukup populer di jawa timur, tepatnya di Kota Malang.

Kalau selama ini kamu hanya tahu anak-anak gaul Jakarta saja yang suka berbahasa terbalik, seperti: Asik jadi “saik”, bisa jadi “sabi” dan pecah jadi “hacep”, Arek-Arek Malang juga lancar banget berbahasa terbalik seperti ini. Bedanya, kalau anakMmalang menggunakan bahasa campuran antara Bahasa Jawa dan Indonesia.

Kamu: “Heh, kera nganal! Nang anam?” (Heh, arek lanang! mau kemana?)

Teman (orang malang): “Disjam” (Masjid)

Kamu: “nggawe opo?” (naik apa?)

Teman: “Adapes rotom” (sepeda motor)

11. Karena Dari ‘Jawa’, Kamu Tetep Dianggap Ndeso. Meski kamu Dari Suroboyo, Kota Terbesar ke-2 di Indonesia!
Iki lho, Suroboyo… via bpm.jatimprov.go.id

Sekarang udah tahun 2014, tapi masih aja orang yang berpikiran bahwa Wong Jowo itu orang ndeso. Selalu saja dianggap orang kampung, yang belum pernah tahu bagaimana gemerlap lampu kota itu.

Teman: “Nih, gue ajak lo ke Jakarta biar tahu yang namanya kota. Jarang-jarang kan lo lihat gedung-gedung pencakar langit kayak gini?”

Kamu: (dalam hati) *Songong banget nih anak! Emang di Indonesia yang ada gedung tinggi cuma Jakarta doang? KEZEL! Tak kethak ndasmu!

12. Kalau Ketemu Orang Dari Jawa Tengah, Kamu Sering Mengalami Miskomunikasi…
Meski sama-sama bahasa jawa, sering salah paham via iwan-hafidz.blogspot.com

Meskipun sama-sama berbahasa Jawa, tetapi terdapat banyak sekali perbedaannya. Mulai dari kosa kata, arti, dan juga dialeknya.

Teman (Jawa tengah): “Kowe mengko mrene numpak opo?” (kamu nanti kesini naik apa?)

Kamu (Jawa Timur): “Aku tak nggawe sepeda ae yo!” (aku naik sepedah aja ya)

Teman: “Heh? Lha kok nggawe sepeda barang? Kesuwen mengko?” (Heh? kok bikin sepedah? kelamaan nanti?)

Kamu: “Lho, ket wingi kan aku nggawe sepeda seh mrene..” (Lho, dari kemarin kan aku pakai sepeda kesini)

Dalam percakapan ini terjadi miskomunikasi, karena kata “nggawe” ini ternyata punya arti yang berbeda bagi orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bagi orang Jawa Timur, nggawe = memakai. Sedangkan bagi orang Jawa Tengah, nggawe = membuat.

13. Ada Beberapa Pengucapan Sederhana yang Bisa Menandakan Kalau Orang Itu Asli Jawa Timur!
arek jawa timur, tah? via bewara.co

Sekilas, bahasa Jawa Timuran dan Jawa Tengah-an itu mirip. Tapi, ada beberapa kata tertentu yang bisa menandakan bahwa orang itu adalah orang Jawa Timur.

Seperti contohnya, kalau jawa tengah-an pada umumnya meggunakan akhiran kata -to, atau -po, sedangkan jawa timur-an menggunakan akhiran -tah dan -se.

Iyo, tah?

Piye, se?

Iyo, po’o?

Opo’o? (kenapa)

Masiyo (meskipun)

14. Yang nggak bisa lepas dari kamu adalah suka menekankan dan memanjangkan ucapan-ucapan seperti ini…
Omahe uaaadooohhh puuoooll… aku puuueeegeeeelll! via entertainment.kompas.com

Kalau kamu asli Jawa Timur, dialek yang satu ini nggak akan pernah kamu tinggalkan. Tanpa sadar kamu akan memberi penekanan dan pemanjangan pada kata-kata sifat tertentu yang cuma orang Jawa Timur yang ngerti.

Teman: “Eh, wingi koen sido nang omahe Yanti?” (kemarin jadi ke rumah yanti?)

Kamu: “Halah… Omahe arek iku uaaaddduuuuooooohhhh puuooollllll, rek!” (Haduh, rumah anak itu jauh banget)

Orang Jawa Timur udah terbiasa menggunakan dialek ini. Biasanya, dia baru berhenti ketika nafasnya udah habis.
sumber : http://www.hipwee.com/hiburan/serba-serbi-kehidupan-yang-dialami-oleh-arek-arek-jowo-timur/

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *