PRIA INI JADI PELOPOR WARGA UNTUK DAUR ULANG SAMPAH

PRIA INI JADI PELOPOR WARGA UNTUK DAUR ULANG SAMPAH

Perajin bahan daur ulang spesialis koran bekas yang juga memberdayakan warga di sekitarnya. Bahkan, pelatihan diberikan Sugeng secara cuma-cuma, alias gratis. Kegiatan ini dilakukan di Kedai Kadonya.

BERBAGAI kerajinan dari bahan daur ulang tampak tertata rapi di Kedai Kado, Jalan Pattimura V, Nomor 223, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, kemarin. Ada tempat tisu, keranjang buah, vas bunga, dan jam dinding, dengan berbagai kombinasi warna. Semua tertata rapi di dinding ruangan sekitar 5×6 meter itu. Bahan dasar pembuatan kerajinan tersebut dari bahan daur ulang koran bekas. Di dalam ruang itu, ada pria bertopi yang tampak melipat-lipat koran bekas. Kemudian, kertas itu dibuat pola melingkar seperti piring di atas meja sekitar 1 meter x 50 sentimeter.

Ya, pria itu adalah Sugeng Pribadi, perajin bahan daur ulang spesialis koran bekas yang juga memberdayakan warga di sekitarnya. ”Ini model yang terbaru, Mbak,” kata Sugeng kepada Jawa Pos Radar Batu sambil menunjukkan jam dinding dari bahan daur ulang koran bekas, kemarin. Suami dari Lolita Choironi itu mengaku jatuh cinta pada dunia seni sejak 1990.

Hanya saja, seni yang ditekuni adalah lukisan abstrak (salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia asli, para seniman hanya menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional).

Hal ini berjalan hingga 1993, sedangkan pada 1994, dia beralih ke pembuatan patung. Baru pada 2000 lalu, Sugeng berkonsentrasi pada kerajinan daur ulang dari koran bekas. ”Di rumah, saya berlangganan koran.

Jadi, tumpukan koran bekas sangat banyak. Akhirnya, saya kepikiran bikin kerajinan (dari koran bekas),” ucap pria kelahiran 25 Desember 1972 ini.Tak hanya itu, Sugeng juga tak pelit ilmu. Buktinya, tiap Minggu, dia mengadakan workshop bagi tetangganya yang ingin belajar membuat kerajinan dari bahan daur koran bekas.

Bahkan, pelatihan diberikan Sugeng secara cuma-cuma, alias gratis. Kegiatan ini dilakukan di Kedai Kadonya. ”Ada sekitar 25 orang yang ikut latihan. Semuanya dari warga Temas sini. Mereka tinggal datang dan bahannya dari saya,” terangnya.

Dia juga melatih mereka untuk memasarkan karya yang dihasilkan secara online, seperti melalui media sosial (medsos). Sebab, hal ini yang juga dilakukan Sugeng untuk memasarkan kerajinannya.

Bahkan, dia pun tak merasa bakal tersaingi dalam membuat produk daur ulang. Sebab, Sugeng mempunyai tujuan mulia, yaitu membantu warga sekitar agar lebih sejahtera. ”Ada tiga orang yang saya jadikan mitra (karyawan).

Saya malah senang kalau ada yang mau belajar ke sini. Kalau saya, belajarnya (membuat kerajinan dari koran bekas, Red) secara otodidak,” imbuh pria satu anak ini.

Setiap bulan, Sugeng mampu membuat kerajinan 30–50 buah. Sementara itu, harga yang dipatok pun relatif terjangkau, yaitu mulai Rp 20 ribu–Rp 70 ribu per buah. Rata-rata, konsumennya dari luar Malang Raya. Di antaranya, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

”Sebagian besar untuk suvenir,” ungkapnya.Ke depan, Sugeng tetap akan terus berkarya dan mengajak warga Batu untuk peduli dengan lingkungan. Sebab, dengan memanfaatkan bahan daur ulang untuk kerajinan, akan membantu menyelesaikan masalah sampah.

”Saya ingin warga bisa manfaatkan sampah untuk kerajinan yang punya nilai ekonomi lebih,” harap pria 45 tahun ini. (*/c3/im)

sumber : http://www.radarmalang.id/pria-ini-jadi-pelopor-warga-untuk-daur-ulang-sampah/

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *