Pembiayaan Properti Jadi Andalan Bank Syariah

Pembiayaan Properti Jadi Andalan Bank Syariah

MALANG KOTA – Pembiayaan properti nampaknya masih menjadi primadona bagi sebagian besar perbankan syariah. Itu tercermin dari capaian bank syariah sepanjang 2016 ini.[spacer height=”20px”]

Branch Manager BTN Syariah Cabang Malang Nurul Astuti mengatakan, hingga Oktober, realisasi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) sudah melampaui capaian sepanjang 2015. ”Pada 2015, kami realisasi 1.249 unit. Tahun ini, hingga Oktober, kami sudah realitasi 1.500 unit,” kata Nurul kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (10/11).

Dia menyampaikan, peningkatan jumlah realisasi itu dipicu oleh beberapa program yang ditawarkan BTN Syariah. ”Kami lihat potensi di Malang bagus. Sehingga, kami harus proaktif untuk menghadirkan promo-promo,” terangnya.

Salah satu program baru yang ditawarkan mulai bulan November ini, yaitu pengajuan pembiayaan KPR bundling isi rumah. Pihaknya bekerja sama dengan salah satu perusahaan furnitur dalam memberikan promo tersebut.

Bahkan, nasabah bisa mendapatkan potongan harga yang cukup besar jika mengambil pembiayaan itu. ”Ada diskon mulai Rp 7 juta hingga Rp 12 juta. Nominalnya lumayan,” ujarnya.[

Dia mengklaim, jika program tersebut belum pernah diberikan oleh perbankan lain sebelumnya. ”Jadi bisa dapat double, rumah sekalian isinya,” jelasnya.

Selain itu, BTN Syariah juga bekerja sama dengan beberapa pengembang di Kota Malang. ”Ada sekitar 125 pengembang yang bekerja sama dengan kami,” terangnya. Sehingga, nasabah mempunyai lebih banyak pilihan lokasi perumahan.

Sementara itu, Kepala Cabang BNI Syariah Malang Yuddy Tresna Fadias mengatakan, pembiayaan properti tumbuh 18 persen dibanding tahun 2015 lalu dengan nilai Rp 49 miliar. ”Dari Rp 271 miliar, kini naik menjadi Rp 320 miliar posisi Oktober lalu,” jelasnya.

Jumlah tersebut untuk pembiayaan sekitar 125 unit rumah dengan kisaran harga Rp 400 jutaan per unit. Menurutnya, peningkatan itu karena banyak keuntungan yang didapat nasabah. ”Ada relaksasi (penyegaran aturan) down payment (DP). DP mulai dari 5 persen,” jelasnya.

Selain itu, kemudahan lainnya yakni nasabah tidak perlu membayar biaya admin, biaya provisi (biaya balas jasa ke bank karena disetujuinya pinjaman), dan biaya appraisal. ”Kami juga memberikan direct gift voucher elektronik agar nasabah tertarik mengambil pembiayaan,” lanjutnya. (fis/c1/muf)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *