Manis dan Segar Si Jeruk Kintamani

Manis dan Segar Si Jeruk Kintamani

Kalau sedang jalan-jalan di Bali, jangan lupa cicipi dulu buah jeruknya. Jenis jeruk siam yang sering disebut jeruk Kintamani ini rasanya manis dan segar.

Jeruk Kintamani

Jeruk Kintamani yang berwarna kuning cerah ini mudah kita temukan. Seperti di pasar, super market, dan warung buah di pinggir jalan. Maklum, sekarang di Bali sedang musim jeruk Kintamani. Bahkan, di jalan raya menuju Payangan, Kabupaten Gianyar, kita bisa menyaksikan berkeranjang-keranjang jeruk diletakkan di pinggir jalan. Petani jeruk sengaja meletakkan hasil panen jeruknya di pinggir jalan untuk dibeli pedagang. Oleh pedagang, jeruk tersebut lalu dijual ke pasar.

Jeruk kintamani, panen bulan Juni hingga Desember.
Jeruk kintamani, panen bulan Juni hingga Desember.
Di Kabupaten Bangli

Kalau kita ingin menikmati jeruk Kintamani langsung di kebunnya, kita mesti pergi ke daerah Kintamani di Kabupaten Bangli. Di pegunungan yang berhawa sejuk itu, kita bisa menemukan ladang-ladang jeruk yang berdampingan dengan ladang kopi.

Saat musim jeruk tiba, ladang jeruk tampak sangat memesona. Buahnya yang sudah mulai menguning bergelantungan menunggu untuk dipetik. Kalau kita tertarik untuk mencicipi, jangan lupa permisi dan minta izin dulu kepada pemiliknya. Pasti kita disuruh mencicipi sepuasnya tanpa disuruh membayar alias gratis.

Kalau kita mau membeli untuk dibawa pulang, harga jeruk di kebun cukup murah. Harganya sekitar Rp3.500 atau paling tinggi Rp5.000. Pada saat musim jeruk, banyak pedagang membeli jeruk langsung ke petani.

Hayo, siapa mau memetik sendiri di kebun?
Hayo, siapa mau memetik sendiri di kebun?
Juni – Desember

Jeruk yang mulai boleh dipetik adalah jeruk yang sudah mulai matang. Jeruk yang mulai matang tandanya kulitnya mulai menguning. Sedangkan jeruk yang masih hijau dibiarkan memasak dan menguning. Musim jeruk di Kintamani biasanya dimulai pada bulan Juni dan berakhir bulan Desember.

Petani mulai menanam jeruk jenis siam pada tahun 1993. Ternyata jeruk siam cocok ditanam di daerah Kintamani yang berhawa sejuk ini. Selain bisa tumbuh subur, tanaman jeruk siam di Kintamani bisa berbuah banyak dan manis. Kebun jeruk di Kintamani rata-rata sudah berumur belasan tahun.

Awet Disimpan

Jeruk Kintamani dikenal manis dan awet disimpan. Sejak dipetik, jeruk Kintamani bisa tetap segar selama sepekan. Setelah itu kulitnya mulai layu, namun buah jeruk di dalamnya masih tetap manis dan segar.

Di Bali, kebutuhan buah jeruk cukup banyak. Selain dikonsumsi sebagai buah dan digunakan untuk minuman, jeruk biasanya digunakan untuk sesaji di pura.

Sumber foto: paseknyoman.wordpress.com, abuankintamani.wordpress.com

sumber : http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Bali/Wisata/Manis-Dan-Segar-Si-Jeruk-Kintamani-2

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *