Gencarkan Transaksi Nontunai

Gencarkan Transaksi Nontunai

Transaksi jual beli nontunai menggunakan electronic money (e-money) atau pembayaran menggunakan elektronik sebagai media, kian digalakkan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bank Mandiri. Bank milik pemerintah ini baru saja me-launching e-money di kawasan objek wisata Hawai Waterpark, Kota Malang, Minggu (17/7).[spacer height=”20px”]

Pada tahap pertama, Bank Mandiri meluncurkan 10 ribu kartu e-money dengan gambar Hawai Waterpark. ”Selanjutnya kami akan terus menyuplai kartu sesuai dengan permintaan pengunjung,” ujar Regional CEO PT Bank Mandiri (Persero) Jawa Timur Agus Haryoto Widodo.[spacer height=”20px”]

Dia mengatakan, dengan diluncurkannya kartu e-money di salah satu tempat wisata terbesar di Malang itu diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mendorong percepatan menuju gerakan nasional non tunai (GNNT). ”Semua transaksi bisa dilakukan pakai kartu. Mulai dari pembelian tiket masuk hingga membeli berbagai makanan yang dijual di dalam area,” papar Agus.[spacer height=”20px”]

Konsepnya, pengunjung nantinya bisa membeli kartu e-money yang sudah ada deposit di dalamnya. Dengan saldo minimal Rp 10 ribu dan maksimal Rp 1 juta. ”Deposit tidak hanya bisa digunakan untuk memasuki wahana saja, tapi juga bisa untuk yang lain,” paparnya.[spacer height=”20px”]

Dia mengungkapkan, peluncuran e-money di Hawai Waterpark itu baru kali pertama dilakukan. Rencananya,[spacer height=”20px”]

akan dilanjutkan dengan peluncuran e-money di beberapa tempat wisata di Malang. ”Akan kami gencarkan, karena transaksi menggunakan e-money di Kota Malang masih belum terlalu banyak,” katanya.[spacer height=”20px”]

Dia mengungkapkan, pemilihan Hawai Waterpark sebagai tempat wisata peluncuran kartu tersebut karena melihat dari banyaknya pengunjung yang datang. Setiap hari ada sekitar 1.000 pengunjung. Dengan biaya tiket masuk sebesar Rp 100 ribu serta biaya konsumsi yang lain, dalam sehari rata-rata terjadi perputaran uang sebesar Rp 200 juta dengan menggunakan e-money.[spacer height=”20px”]

Tidak hanya di Hawai Waterpark, kartu e-money juga bisa digunakan di beberapa minimarket, jalan tol, serta SPBU. ”Nasabah bisa melakukan top up di mana saja. Jadi, tidak khawatir kehabisan saldo,” ujarnya.[spacer height=”20px”]

Masih menurut Agus, transaksi keuangan saat ini lambat laun akan mulai meninggalkan penggunaan uang tunai. Masyarakat dituntut untuk lebih banyak bertransaksi dengan menggunakan alat nontunai seperti e-money, e-cash, maupun mobile banking. Agus menyampaikan, tujuan program GNNT itu salah satunya untuk meningkatkan keamanan bertransaksi.[spacer height=”20px”]

”Terlalu banyak membawa uang tunai juga berbahaya,” jelasnya. Dia menuturkan, dengan bertransaksi secara nontunai juga semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat. Salah satu contohnya cukup hanya dengan menggesekkan kartu, sudah bisa mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan.[spacer height=”20px”]

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Malang Dudi Herawadi yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, langkah yang ditempuh oleh Bank Mandiri bisa menjadi leader untuk bank lain. Khususnya untuk turut serta menyosialisasikan penggunaan sarana pembayaran nontunai. Menurutnya, pemahaman masyarakat akan e-money masih kurang. ”Pemasaran masih terbatas,” kata dia. (fis/c2/yak)

 sumber: http://radarmalang.co.id/gencarkan-transaksi-nontunai-40925.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *