Gelar Kampoeng Genitri Tempo Doeloe, Agar Ingat Asal-usul

Gelar Kampoeng Genitri Tempo Doeloe, Agar Ingat Asal-usul

Anak-anak dan Gulali (sekarang permen), dua yang sulit terpisahkan. Penjual Gulali di Kampoeng Genitri Tempo Doeloe, RW.04 Kel. Pisang Candi, Sukun. Festival jadul ini digelar hingga 06 Agustus mendatang. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Meski masih dua pekan, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 sudah dimulai sebagian masyarakat dengan caranya masing-masing. Di sebuah jalan perkampungan Kelurahan Pisang Candi, Sukun, tepatnya warga RW.04, diadakan Kampoeng Genitri Tempo Doeloe.

Selama 4 hari (03 -06 Agustus 2016), sepanjang kawasan Jl. Pisang Candi Barat dihias dengan ornamen khas 17an dan stand-stand tradisional yang menjajakan aneka kuliner jadul, souvenir, hingga tempat foto. Dua panggung kesenian juga disiapkan. Juga layar tancap. Ini adalah kali pertama Genitri Tempo Doeloe dijalankan.

Diorama Genitri Tempo Doeloe yang disiapkan di salah satu ujung Jl. Pisang Candi Barat, lokasi festival digelar. Salah satunya menampilkan beberapa potret sebuah keluarga di Genitri jaman dulu. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

“Sorenya kita mulai dengan aneka permainan tradisional, seperti bakiak, gigit jeruk, hingga balap karung. Penyelenggaranya murni dari warga, termasuk swadaya dalam hal pendanaan,” ujar Budi Utomo, Ketua Panitia Genitri Tempo Doeloe kepada halomalang, Rabu (03/08/2016).

“Ini adalah hasil beberapa gagasan tokoh masyarakat dan warga, mereka ingin mengingatkan kembali sejarah asal-usul Kampung Genitri. Seiring waktu generasi muda banyak yang tidak tahu, sebelum Jl. Pisang Candi Barat, wilayah ini dikenal sebagi apa,” imbuhnya.

Kue Cucur, Kacang Godhog, Gorengan, Cenil, hingga Jenang Dawet, adalah beberapa sajian kuliner yang disiapkan warga bagi para pengunjung. Harganya cukup terjangkau loh Ngalamers. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Menurutnya, sebelum menjadi Jl. Pisang Candi Barat, wilayah yang berada persis di belakang Kampus Unmer Malang ini bernama Genitri. “Sebenarnya masih dikenal Genitri, namun secara administratif kota menjadi Jl. Pisang Candi Barat, ikut Kelurahan Pisang Candi” kata Budi.

Berdasar beberapa literatur dan sesepuh warga RW 04, nama Genitri berasal dari nama pohon Genitri yang dulunya banyak tumbuh di kawasan ini sebelum menjadi permukiman. Bahkan hingga sekarang masih bisa kita lihat di Makam Umum wilayah RW 04. Dulu, sebelum menjadi Kel. Pisang Candi wilayah ini bernama Desa Purwodadi lingkungan 5 Kec. Klojen.

Pentas seni perkusi dari karang taruna RW.04 Kampung Genitri. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Selain itu, yang termasuk dalam lingkup Desa Purwodadi di antaranya:
  • Dusun Juwet Kulon (Sekarang RW 7 & 11) Jl. Gunung Agung
  • Dusun Juwet Wetan (Sekarang RW 8 & 5), Jl. Simpang Mega Mendung
  • Dusun Sumbersareh (Sekarang RW 5), Jl. Pisang Agung
  • Dusun Genitri (Sekarang RW 4) Jl. Pisang Candi Barat
  • Dusun Gantasan (Sekarang RW 3) Jl. Kelapa Sawit
  • Dusun Mbebekan (Sekarang RW 2) Jl. Pisang Candi

Dalam perkembangannya, Desa Purwodadi akhirnya menjadi dua kelurahan, Ngalamers, yakni: Satu kelurahan dinamai Gadingkasri (Kec. Klojen) dan kelurahan lain bernama Pisang Candi (Kec. Sukun).

Festival kampung pertama. Warga Genitri cukup antusias menunggu hingga hampir pukul 22.00 WIB. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

“Konsep kami saat ini adalah mengenalkan asal usul, membangun rasa kebersamaan warga dan jati diri hidup. Mungkin nanti di penyelenggaraan berikutnya bisa berbeda konsep. Kami akan belajar, kita mulai dari yang sederhana.” pungkas Budi.

Genitri Tempo Doeloe ini merupakan pembuka rangkaian peringatan HUT RI di wilayah RW.04. Setelahnya juga akan digelar tasyakuran, gerak jalan, karnaval, upacara bendera, dan diakhiri dengan kegiatan pentas seni pada 27 Agustus 2016.

Festival ala tempo dulu, cara kreatif sambut HUT Kemerdekaan RI ke-71 sekaligus ‘kembali perkenalkan’ sejarah kampung. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Sebelum menjadi wilayah RW.04  Jl. Pisang Candi Barat, Kec. Sukun, permukiman di belakang Kampus Unmer ini dulunya masuk Desa Purwodadi, yang secara administratif masuk wilayah Kec. Klojen. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Hiburan rakyat. Panggung insidentil yang menyajikan musik dangdut ini rupanya cukup efektif ‘memecah’ kerumunan pengunjung festival. . Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

Budi Utomo (dua dari kanan) Ketua Panitia Kampoeng Genitri Tempo Doeloe bersama para panitia lain. Rabu, 03/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang).

sumber : http://halomalang.com/news/gelar-kampoeng-genitri-tempo-doeloe-agar-ingat-asal-usul

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *