Angkat Pamor Batik Khas Malang

Angkat Pamor Batik Khas Malang

Wulan Guritno terlihat anggun mengenakan batik khas Malang. Seperti halnya saat dia tampil dalam ajang Malang Batik Parade 2016 yang digelar di lantai 12 Sky Room Best Western OJ Hotel, Minggu malam (2/10).[spacer height=”20px”]
Setiap gerakannya di catwalk menjadi perhatian para pengunjung fashion show itu. Dia tampil cantik mengenakan batik khas Malang dengan corak warna merah, karya Antique Batik.[spacer height=”20px”]
Saat itu Wulan mengenakan atasan berbahan brokat perpaduan warna putih dan merah serta dipercantik dengan menggunakan selendang. Wulan berjalan dengan anggun melewati catwalk di hadapan para tamu undangan. Suara tepuk tangan pun mengiringi Wulan pada saat dia berjalan.
Kekhasan batik Malangan itu bisa dilihat dari motif pada bagian hiasan pinggiran kain yang berisi tiga buah sulur-sulur (garis-garis) bunga yang sering kali berupa bunga teratai yang membentuk pola rantai. Motif itu juga yang dikenakan oleh artis cantik tersebut.[spacer height=”20px”]
Selain bisa dilihat pada hiasan pinggirnya, batik Malangan juga bisa diketahui dari motif dasar atau latar batik yang biasanya berupa candi-candian. Terkadang, motif isen-isen atau pinggiran kain, berupa gambar tugu Malang.[spacer height=”20px”]
Malam itu, Wulan bukan satu-satunya artis ibu kota yang tampil mengenakan batik Malang. Ada dua artis lainnya yang turut ambil andil mempromosikan batik tersebut, yakni Amanda Soekasah dan Janna Soekasah. Mereka mengenakan gaun batik karya Antique Batik yang juga merupakan perajin batik khas Malang. ”Semoga dengan pagelaran ini, dapat kian mengangkat citra batik Malangan agar masyarakat semakin mengenal dan mencintainya,” kata Event Conceptor Malang Batik Parade 2016 Dorothy Soeryo di sela-sela acara.[spacer height=”20px”]
Dia lantas menjelaskan, event itu diikuti 14 perajin dan desainer batik di Jawa Timur pada gelaran Malang Batik Parade 2016 bertajuk Fashion on The Sky. Tidak hanya diperagakan, baju dari para desainer itu juga akan dijual dan sebagiannya juga dilelang. Hasil lelang nantinya akan disumbangkan ke HOPE, yayasan anak kanker Kota Malang.[spacer height=”20px”]
Dia juga mengatakan, event tersebut merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh gabungan duta wisata Malang Raya dan juga Duta Batik Jawa Timur. ”Kami mengumpulkan perajin dan desainer batik se-Malang Raya untuk menampilkan karya-karyanya,” terang dia.[spacer height=”20px”]
Dorothy mengungkapkan, di antara 14 perajin dan desainer batik itu, ada beberapa yang memang sudah sering tampil pada gelaran-gelaran nasional maupun internasional. Menurutnya, batik dari Malang juga tidak kalah dengan batik-batik yang berasal dari kota lain.[spacer height=”20px”]
Sejumlah perajin dan desainer turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Di antaranya batik warna alam Kabupaten Malang Jayanti, kebaya Njonjah & Chic Batik Madame Wang, MetaMorph, Caperca Batik, Anna Batik, Batik Andis, Syarliet Collection, APPMI Batik, Batik Olive, Soendari Batik, Anjani Batik, serta Antique Batik.[spacer height=”20px”]
Dorothy menambahkan, rencananya akan menggelar event tersebut secara rutin setiap tahun. Tentunya dengan konsep dan tempat yang berbeda. ”Bisa jadi tahun depan pelaksanaannya berada di Kota Batu atau Kabupaten Malang,” terangnya.[spacer height=”20px”]
Sementara itu, Dewanti Rumpoko, istri Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, yang turut hadir pada gelaran tersebut menyampaikan, dirinya bangga dengan kegiatan tersebut. ”Menggairahkan, bukan hanya dari segi mode, tapi juga penggiatnya. Apalagi bisa melibatkan para pelaku UKM (usaha kecil dan menengah) di Malang Raya,” puji Dewanti.
Sementara itu, sebelum fashion show itu, juga ada pertunjukan menarik berupa tari canting. Para penari dengan muka berwarna hijau yang menarik perhatian para tamu undangan itu berasal dari Malang Dance Company. (fis/c2/yak)

 sumber: http://radarmalang.co.id/angkat-pamor-batik-khas-malang-47429.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *