Andalkan Bumbu Sederhana, Emoh Jika Bandeng Tak Segar

Andalkan Bumbu Sederhana, Emoh Jika Bandeng Tak Segar

Berawal diajari memasak bandeng presto duri lunak seorang temannya, olahan Hj Nur Azizah Supiati kini menjadi jujukan para penggemar ikan bandeng. Banyak ciri khas bandeng presto racikannya yang membuat berbeda dari bandeng pada umumnya.

Keriuhan Pasar Besar Kota Batu selalu dimulai sejak pukul 02.30 dini hari. Di tempat ini, ada satu bandeng presto yang selalu diserbu para pengunjung pasar. Bandeng presto ini adalah Bandeng Presto Duri Lunak Nazsa yang dijual oleh Hj Nur Azizah Supiati. Selain menjual bandeng presto, Azizah juga menjual ikan segar di tempat tersebut.
Saban hari, Nur Azizah membawa 50 bandeng presto duri lunak ke tempat jualannya, yakni sebelah barat pasar buah yang ada di Pasar Besar Kota Batu. Meski dijual dini hari, bandeng yang dibawa Nur Azizah selalu ludes diborong para pembeli. Karena inilah, bagi Anda yang hendak membeli bandeng tersebut, harus cepat-cepat. Apalagi Nur Azizah hanya membuka tempat jualannya dari pukul 02.30 dini hari hingga pukul 07.00 pagi.
Rasa bandeng buatan Nur Azizah gurih dan tidak enek. Ketika digigit, suara kriuk cukup menandakan kalau tepung yang menutupi bandeng lunak tersebut cukup lembut. Sedangkan untuk nama Nazsa sendiri diambil dari singkatan nama Nur Azizah Supiati.
Dia memulai usahanya menjual bandeng presto Nasza pada 2005 lalu. Ketika itu, dirinya diajari seorang temannya untuk membuat bandeng presto. Kebetulan, dia selama ini tidak asing dengan bandeng, karena sejak 1978 silam dirinya sudah berjualan ikan segar. Ketika itu, Pasar Batu masih berada di Alun-Alun Kota Batu.
Sejak berjualan bandeng itulah, ikan bandeng yang digunakan Nur Azizah selalu segar, karena didatangkan langsung dari Sidoarjo. Saban hari, ada orang yang mengantar bandeng asli Sidoarjo. Kemudian, bandeng itulah yang dibuat bandeng presto dan dijual ikan segarnya oleh Nur Azizah. ”Kalau tidak segar, saya tidak mau, nanti berbeda di kualitas rasa,” kata perempuan tiga anak ini.
Nur Azizah memasak bandeng presto di rumahnya yang berada di RT 01 RW 06, Dusun Besol, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Para pelanggan yang ketagihan bandeng olahan Nur Azizah, banyak yang beli langsung ke rumahnya. Biasanya, dia memasak pukul 08.00 pagi atau setelah dirinya pulang dari pasar. Jadi, bandeng yang dimasak hari itu untuk dijual dini hari keesokan harinya.
Cara Nur Azizah memasak bandeng presto cukup sederhana, tetapi hasilnya luar biasa. Dia mempersiapkan bandeng segar terlebih dahulu, lalu dibersihkan sebelum dimasukkan di dalam panci presto. Dengan temperatur sangat panas, duri bandeng menjadi lunak.
Bandeng yang mempunyai banyak duri kecil, berkat alat presto, membuat tulangnya menjadi lunak. Nah, sebelum dimasukkan presto, bandeng diberi bumbu yang membuat masakannya gurih dan lezat. ”Saat dipresto juga diberi bumbu-bumbu,” kata Nur Azizah dengan tiga cucu ini.

sumber: Radar Malang

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *