Ada Apa dengan Tanggal 08 Maret?

Ada Apa dengan Tanggal 08 Maret?

Kaum hawa patut berbahagia hari ini, karena tepat tanggal 08 Maret sekarang adalah tanggal perempuan se-jagad sadar bahwa mereka mempunyai hak untuk diperlakukan sama dengan kaum laki-laki. Perempuan, setelah ditentukannya tanggal hari ini sebagai Hari Perempuan se-dunia sejak 102 tahun lalu, bukan lagi menjadi sosok yang hanya kerap disebut orang Jawa sebagai ‘swarga nunut, neraka katut’ (masuk surga hanya numpang, masuk neraka pasti ikut). Perempuan sekarang sudah lebih dari sekedar itu. Sebab saat ini sudah dikenal yang namanya “emansipasi wanita” atau persamaan hak antara wanita dengan pria.

Persamaan hak yang dimaksudkan tersebut adalah hak perempuan untuk dapat turut mewarnai kehidupan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya itu, akan tetapi perempuan juga bisa menjadi penentu dan penting. Perempuan kini sudah bisa menjadi tokoh penentu, pucuk pimpinan yang menentukan, atau sosok decision maker. Perempuan dewasa ini bukan lagi hanya sebagai teman pelengkap tidur atau sosok yang bertugas didapur.

Namun sampai kapanpun, tugas kodrati perempuan dan lelaki tetaplah berbeda. Perempuan adalah manusia yang memiliki tugas kodrati untuk melahirkan sekian banyak umat manusia yang ada di dunia ini. Sedang lelaki tidak bisa melahirkan, melainkan membuahi benih yang tertanam dalam rahim perempuan. Meski ada beberapa kejadian langka seperti seorang pria yang berhasil melahirkan setelah melakukan perubahan jenis kelamin menjadi perempuan, tetap saja itu tidak dapat merubah kondisi kodrat manusia yang hakiki.

Lantas sejak ditetapkannya tanggal 08 Maret ini pada 102 silam, sudah banyak sekali perempuan-perempuan dengan catatan sejarah yang fenomenal dan menjadi seorang inspirator dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Di Negeri Tercinta kita ini, ada banyak tokoh-tokoh wanita yang juga bersinar di era perjuangan hingga sekarang. Beberapa sosok perempuan yang dikenal di era perjuanga seperti RA Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, Maria Walanda Maramis, dan masih banyak lagi. Sedang di era sekarang ini, kita memiliki Megawati Soekarnoputri yang merupakan mantan Presiden RI, lalu Ibu Sri Mulyani yang kini merupakan calon kandidat terkuat Presiden Bank Dunia, Karen Agustiawan, Marie E. Pangestu, dan lain-lain.

Nah, bagaimana dengan perempuan Indonesia yang dari Malang? Ayo bangkit! Kibarkan karya dan kepakkan sayap hiasi bumi Pertiwi kita. Menjadi seorang perempuan sejati yang berprestasi dan masih sadar sepenuh hati akan tugas kodrati. Smile

 

sumber: www.malang-post.com

sumber : http://halomalang.com/serba-serbi/ada-apa-dengan-tanggal-08-maret

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *