6 Film Animasi Anak Bangsa yang Dilirik Luar Negeri

6 Film Animasi Anak Bangsa yang Dilirik Luar Negeri

1. Battle Of Surabaya

6 Film Animasi Anak Bangsa Yang Dilirik Atau Menang Penghargaan Luar Negeri - Battle Of Surabaya

Battle of Surabaya adalah film animasi 2D, drama, aksi dan sejarah Indonesia produksi MSV Pictures. Karya perdana sutradara muda Aryanto Yuniawan ini menampilkan tokoh dan cerita fiktif, namun berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada saat perang Surabaya 1945.

Hebatnya, film ini telah meraih beberapa penghargaan, diantaranya adalah Most People’s Choice Award IMTF  (International Movie Trailer Festival) 2013, Nominee Best Foreign Animation Award 15th Annual Golden Trailer Award 2014, Winner Digital Animation (INAICTA 2012), Winner Indigo Fellowship (PT Telkom Indonesia 2012), Nominee Appreciation Film of Indonesia (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 2012)).

Sekilas jalan ceritanya sebagai berikut :

Film ini menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa  pertempuran hebat di Surabaya.

Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pemboman kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. “Indonesia merdeka, itu yang kudengar di RRI, Jepang menyerah!”, kata Musa. Tetapi langit Surabaya kembali merah dengan peristiwa Insiden Bendera dan kedatangan Sekutu yang ditumpangi oleh Belanda.

Belum lagi gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam yang dilawan oleh Pemuda Republiken. Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Pak Moestopo, Bung Tomo dan tokoh-tokoh lain membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo & pemuda Indonesia bangkit melawan penjajahan.

Musa dipercaya sebagai kurir surat dan kode-kode rahasia yang dikombinasikan dengan lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia yang didirikan Bung Tomo. Berbagai peristiwa dilalui Musa sebagai kurir, kehilangan harta dan orang-orang yang dikasihi menjadi konsekuensi tugas mulia tersebut.

Cerita ini merupakan cerita adaptasi dari pertempuran 10 Nopember di Surabaya. Selain tokoh-tokoh nyata, terdapat tokoh fiktif yang sengaja dibuat untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pesan perang tentang semangat, cinta tanah air, dan perdamaian.

2. Meraih Mimpi (Sing to the Dawn)

Meraih Mimpi

Ide cerita diambil berdasarkan novel karya penulis Singapura, Minfong Ho, dengan judul Sing to the Dawn. Bukunya ditulis pada 1970-an dan menjadi literatur wajib di Singapura. Pemutaran perdana film ini bahkan bukan di Indonesia, melainkan di Singapura.

Pada penayangannya di Singapura film ini berjudul Sing to the Dawn dengan alih suara bahasa Inggris. Film ini memang ditargetkan dapat menembus pasar internasional. Setelah diputar perdana di Singapura pada Oktober 2010. Baru diputar di Indonesia dengan judul meraih mimpi september 2011.

Waktu jeda setahun itu, menurut General Manager Kinema Dewi Pintokoratri, digunakan untuk alih bahasa ke bahasa Indonesia. Karakter utama versi Indonesia diisi suara oleh Gita Gutawa dan penyanyi cilik Indonesian Idol, Patton.

Tahu ga? film ini dikerjakan olek sekitar 150 animator, mayoritas berasal dari Indonesia dan hanya ada lima orang kru. Seluruh proses produksi dilakukan di Batam selama tiga tahun, dengan memakan biaya sebesar lima juta dolar AS.

Meraih Mimpi adalah film animasi Indonesia yang telah ditayangkan ke sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Timur Tengah, dan Rusia. Bahkan menurut Managing Direktur Kinema Systrans Multimedia yang memproduksi film tersebut menjelaskan bahwa film ini juga dipasarkan ke Jerman dan Eropa Timur.

Film ini merupakan film animasi tiga dimensi musikal pertama di Indonesia yang mengisahkan perjuangan kakak-adik, Dana dan Rai, dalam mempertahankan desa mereka yang hendak dihancurkan kontraktor bangunan.

3. Hebring

Hebring

Kata “hebring” memiliki arti “hebat” dalam Bahasa Sunda, namun pada film ini, Hebring merupakan judul sekaligus nama dari tokoh utamanya.

Kisah seru Hebring ini berhasil membuatnya mendapatkan berbagai prestasi di kancah internasional, yakni menjadi kontributor film dalam ajang Savannah Film Festival, Georgia, 2010 dan Aurora Festival, Texas, 2010, serta menjadi salah satu finalis untuk penghargaan ASIAGRAPH, Tokyo, 2009 dan Blender Foundation’s Suzanee Awards, Amsterdam, 2010.

Sekilas ceritanya :

Hebring adalah seorang pemuda desa yang suatu hari menemukan sebuah baju super. Setelah dikenakan, Hebring sadar bahwa baju tersebut mampu membantunya dalam menolong orang lain. Ia pun pergi ke Jakarta untuk mencari kakaknya dan bekerja sebagai tukang ojek. Di sana, Hebring bertemu beberapa orang hebat yang tidak segan membantunya. Bersama dengan dua kenalan barunya, Hebring juga menumpas kejahatan di ibukota.

4. Bilu Mela

Bilu Mela

Kamu mungkin pernah menonton film animasi ini pada salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Sebelumnya, Bilu Mela sudah lebih dulu hadir di panggung internasional. Seorang distributor dari Irlandia, Monster Entertainment, tertarik dengan konsep yang ditawarkan dalam film tersebut. Fajar selaku pembuat Bilu Mela pun mengiyakan kerjasama untuk mendistribusikan Bilu Mela ke seluruh dunia dengan mengubah judulnya menjadi Flip Flap.

Setidaknya ada lima negara yang sudah tertarik membeli lisensi Bilu Mela, termasuk di antaranya adalah jaringan Encripta Brasil dan Al-Jazeera TV. Bilu Mela juga sudah pernah tampil pada ajang MIPCOM 2014 di Cannes dan Kidscreen di New York. Film ini bercerita tentang dua orang ikan berwarna biru (Bilu) dan merah (Mela) yang memiliki karakter bertolak belakang. Keduanya sering bertengkar, namun tetap saling membutuhkan dan menyayangi satu sama lain.

5. Binekon

Binekon

Binekon adalah animasi buatan Oktodia Mardoko dan Haryadhi yang tergabung dalam Belantara Studio. Kisah-kisah yang diangkat dalam animasi ini adalah kisah dengan muatan Nusantara. Binekon sendiri berarti Bhineka Icon, di mana sedari awal konten-konten yang ingin disajikan adalah konten dengan muatan budaya Indonesia.

Berikut sekilas ceritanya :

Tersebutlah Papu. Dia adalah patung khas suku Asmat dari Papua. Papu berwarna hijau, aktif, dan punya rasa ingin tahu yang besar. Dia memiliki rumah Honai yang juga bisa digunakan sebagai mobil.

Suatu hari, Papu bertanding balapan dengan empat kawannya, Sula, Kale, Jabo, dan Sumi. Sula adalah monyet Tarsius asal Sulawesi berwarna merah jambu yang jahil. Dia juga pemilik rumah Tongkonan yang bisa berfungsi sebagai kendaraan. Lalu ada Jabo, Kale, dan Sumi. Masing-masing berwarna biru, merah, dan kuning. Berasal dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera dengan rumah Joglo, Banjar Bubungan Tinggi, dan Rumah Gadang sebagai rumah sekaligus kendaraannya.

Dalam pertandingan itu, Papu, Sula, dan Kale, memacu rumah mereka sekencang mungkin. Mereka menjatuhkan sarang burung dari pohonnya, serta merusak rumah semut. Sumi yang menyetir dengan santai membereskan kekacauan yang dibikin ketiga kawannya. Di akhir cerita, Papu, Sula, dan Kale mengalami kecelakaan. Mereka ditolong oleh Sumi. Mobil ketiganya juga diderek oleh Sumi. Mereka nyaris bertabrakan dengan Jabo yang salah arah. Di garis akhir, mereka tertawa bersama.

Bhinneka berasal dari kata pertama semboyan negara yang bermakna keragaman. Sebab, baik Odi maupun co-creator Haryadhi merasa banyaknya konflik antarsuku yang meletup di pelosok Nusantara terjadi, salah satunya, karena kurangnya menghargai perbedaan. Lewat animasi ini, keduanya ingin menanamkan nilai moral untuk menghargai keragaman tersebut, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia bagi anak-anak usia dini.

Saat ini, dua episode pertama Binekon bisa diakses secara bebas lewat YouTube. Dua episode itu juga telah memenangi sejumlah penghargaan, di antaranya juara animasi digital dalam Indonesia ICT Award 2013 dan nomine XXI Short Film Festival 2013.

6. Kuku Rock You

Kuku Rock You

Mungkin kamu pernah melihat film animasi Kuku Rock You di televisi atau You Tube? Tapi tahukah kalau ternyata film animasi tiga dimensi tersebut adalah karya arek (anak) Malang loh. Dia adalah Achmad Rofiq, seorang animator yang kini menjabat sebagai Managing Director di DGM Animation Studio. Kualitas film ini dinilai tidak kalah dengan luar negeri seperti Shaun The Sheep dan Upin Ipin.

Film ini ternyata juga pernah menang di kompetisi Asiagraph tahun 2008 di Jepang yang notabene negara pusatnya animasi.

Sekilas ceritanya :

Kuku Rock You adalah sebuah film animasi serial yang menceritakan seekor ayam kampung dari Indonesia bersama beberapa temanya yang terobsesi menjadi penyanyi Rock.

Segerombolan ayam-ayam kampung ini tidak hanya ingin jago di kandang, mereka punya impian Go International. Tapi perjalanan ayam ini tak mulus begitu saja. Perjuangan mereka diganggu oleh kucing.


Dengan semakin banyaknya animator-animator muda Indonesia, dengan keragaman budaya dan kekayaan Indonesia yang sangat luar biasa banyaknya, tentunya dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang “peduli” karya anak bangsa, akan menjadi sangat memungkinkan kedepan akan lahir banyak film-film atau karya-karya animasi karya anak bangsa yang Go Internasional.

Semoga setelah ini akan ada semakin banyak film-film animasi dalam negeri yang menyusul keenam judul di atas. Mari memajukan industri film nasional dengan menonton hasil karya anak bangsa. Jika bukan kita, siapa lagi?

Film animasi karya anak bangsa, emang mantep!!

Sumber : Wikipedia.org, Youtube.com, Liputan6.com

sumber : http://emangmantep.com/6-film-animasi-anak-bangsa-dilirik-luar-negeri

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *