26 Jam Jelajahi Keindahan Malang Raya Bersama AF30

26 Jam Jelajahi Keindahan Malang Raya Bersama AF30

Hobi tak hanya pengisi waktu senggang, tapi juga bisa membantu promosikan tempat-tempat dengan banyak potensi, seperti wisata maupun kebudayaan masyarakat sekitar.

Inilah yang coba ditekankan sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Auto Focus (AF) 30. Bekerjasama dengan Hotel Horison Ultima Malang, mereka menggelar pameran fotografi ‘26 HOURS IN MALANG‘ yang mengangkat tema wisata di Malang Raya.

“Pameran fotografi ini sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat luas tentang keindahan Malang Raya beserta keanekaragaman nilai budayanya. Termasuk edukasi tentang kaidah-kaidah fotografi,” kata Andzil, Ketua Pelaksana ’26 HOURS IN MALANG’, Sabtu (12/03/2016).

Pameran ini menampilkan 51 karya fotografi dari anggota AF30 yang bertema wisata Malang Raya.

 

Menurut Andzil, kegiatan yang digelar selama 2 pekan ini (12 -27 Maret 2016) bukan sekadar pameran fotografi biasa karena juga sebagai ajang silaturahmi para pegiat fotografi dengan masyarakat. Masyarakat juga diajak ikut serta dalam beberapa workshop dan Photo Challenge secara gratis:

15 Maret 2016: Workshop UnderWater (10.00 WIB – Selesai)
20 Maret 2016: Workshop Lighting (11.00 WIB – 13.30 WIB)
20 Maret 2016: Workshop Landscpae (14.00 – 17.00 WIB)
27 Maret 2016: Workshop Food Photography (11.00 – 12.00 WIB)
27 Maret 2016: Food Photo Challenge (12.30 WIB – 16.00 WIB)

CP: Workshop (085755155909/Andzil). Form Pendaftaran: Klik

“Semoga tak hanya di pameran, tapi juga di workshopnya bisa menjadi kegiatan yang positif bagi anak muda di Malang yang hobi dengan fotografi,” terang Ratna Wina, Marcomm Hotel Horison Ultima Malang.

 

Menariknya Ngalamers, pembukaan pameran 26 HOURS IN MALANG dilakukan oleh Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi X DPR RI dari dapil Malang Raya yang membawahi bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

“Saya pecinta fotografi sejak 10 tahun lalu. Di badan ekonomi kreatif inilah dimana (fotografi) menjadi salah satu andalan. Termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini juga masuk di fotografi,” kata Dewa.

Peluang fotografer di era 2016 ini sangat bagus, kata Dewa, bahkan nantinya juga akan dibuat sertifikasi bagi yang benar-benar serius menekuni bidang fotografi. “Anda-anda semua wajib ikut, kalau tidak nanti teman-teman komunitas yang mengajukan ke pihak yang berwenang mengeluarkan sertifikat,” imbuh mantan wartawan ini.

Dewa mengajak para pehobi fotografi untuk benar-benar serius di bidang ini, termasuk untuk mengeksplorasi keindahan di Malang Raya.

“Jangan cuma jadikan wallpaper di hp atau komputer saja, kalau bisa dikaryakan, dibukukan. Komunitas juga bisa membuat media untuk mengapresiasi foto-foto tersebut,” pungkasnya.

Pengalaman unik disampaikan Haris Faray, salah satu pegiat fotografi landscape Malang. Menurutnya, fotografi juga bisa membantu masyarakat sekitar, dan pemerintah daerah juga. “Berdasarkan pengalaman saya dan tim yang ada di sini membantu suatu daerah hanya dari fotografi. Dan itu tingkat pertumbuhan wisatawannya ‘menggelegar’,” jelas Haris.

Dari awal ketersediaan perahu nelayan cuma 3 unit, lalu dalam setahun menjadi 34 unit. “Karena dobrakan komersialisme dunia fotografi. Fotografi dan media sosial jika digabung akan menjadi luar biasa dampaknya,” terangnya.

Namun ia berpesan jangan hanya diblow-up saja terus ditinggal, tapi harus dibina terus. “Kasihan, kadang  yang kita promosikan juga belum siap,” pungkas Haris.

sumber : http://halomalang.com/news/26-jam-jelajahi-keindahan-malang-raya-bersama-af30

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *