Waspadalah, Mendengkur Bisa Akibatkan Mati Mendadak

Waspadalah, Mendengkur Bisa Akibatkan Mati Mendadak

MALANG KOTA–Meninggalnya artis kenamaan Mike Mohede saat tertidur, menjadi kajian menarik dalam dunia medis. Ada yang beranggapan kalau Mike terkena serangan jantung. Hanya saja, ada kemungkinan lain, yakni dia terkena obstructive sleep apnea (OSA). Sederhananya, OSA adalah terjadinya penyumbatan jalan napas atas yang berulang-ulang selama tidur. Biasanya disertai dengan penurunan oksigen darah. Masyarakat umumnya mengenal dengan istilah mendengkur. [spacer height=”20px”]

Dokter neurologi Rumah Sakit Saiful Anawar (RSSA) Kota Malang dr Hari Purnomo SPS(K) mengatakan, kebanyakan orang memang beranggapan kalau orang yang mendadak meninggal dunia disebabkan penyakit jantung. Padahal, ada kemungkinan lain, yakni OSA. ”Kondisi OSA terjadi pada tahap ngorok yang disertai dengan perhentian napas. Lalu di saat mendengkur tiba-tiba berhenti sekitar sepuluh detik,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Malang, Rabu (3/8).[spacer height=”20px”]

Dia melanjutkan, gejala OSA bisa datang karena kelelahan dan mengantuk di siang hari akibat sering terbangun saat malam hari atau sleep fragmentation. Lalu, ada aktivitas mendengkur keras berulang-ulang disertai masa diam sejenak atau seperti suara tercekik.[spacer height=”20px”]

Hari melanjutkan, ada gejala lain yang mengakibatkan OSA seperti obesitas yang disertai leher pendek dan besar. Tak hanya itu, hal ini juga berlaku bagi beberapa orang yang memiliki rahang kecil dan berdampak pada pengecilan sepertiga bawah wajah dan mengakibatkan saluran napas menyempit.[spacer height=”20px”]

Selain itu, gejala lain seperti hipertensi, restless sleep atau bernapas berulang-ulang yang disertai dengan banyak gerakan. Suasana hati yang sedih dan sifat mudah tersinggung juga bisa mengakibatkan terjadinya OSA. Gejala lain adalah turunnya dorongan seksual dan impotensi, serta suara mendengkur seperti tercekik saat tidur.[spacer height=”20px”]

Hari juga menyampaikan, ada beberapa keluhan yang mungkin timbul yakni perasaan tidur tidak nyenyak. Selanjutnya, sulit konsentrasi dan mulut kering waktu bangun tidur. Dia melanjutkan, bahaya dari OSA memang sangat serius. ”Tergantung dari beratnya, OSA adalah keadaan yang mengancam jiwa. Sebab, seseorang yang mempunyai OSA berat dan tidak terdiagnosis, mudah mengalami serangan jantung, stroke, dan jantung tiba-tiba berhenti saat tidur,” ujar dia.[spacer height=”20px”]

Sementara itu, staf Bagian Laboratorium Neurologi RSSA dr Zamroni Afif SpS MBiomed melanjutkan, orang yang terkena OSA biasanya yang mempunyai berat badan lebih atau obesitas. Lantaran, penumpukan lemak pada jalan napas, akan mengakibatkan penyempitan dan cenderung menutup bila otot-otot kendor. Terutama pada fase tidur REM (rapid eye movement). Disebut fase REM ketika orang tertidur sudah mencapai 70 sampai 90 menit. ”Rata- rata umur risiko OSA sekitar 30 hingga 40 ke atas. Tapi sekarang jika dikaitkan dengan obesitas, anak-anak banyak yang terserang,” beber dia.[spacer height=”20px”]

Selain itu, faktor risiko terbesar ada pada laki-laki. Sebab, hormon laki-laki akan dapat mengakibatkan perubahan struktural pada jalan napas atas. Lalu, kelainan anatomi seperti rahang bawah atau dagu yang agak ke belakang. Kemudian, pada usia anak-anak, pembesaran tongsil dan adenoid merupakan penyebab utama.(dia/c1/riq)

sumber : http://radarmalang.co.id/waspadalah-mendengkur-bisa-akibatkan-mati-mendadak-42397.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *