Warung Sego Ceker yang Anti-Mainstream

Warung Sego Ceker yang Anti-Mainstream

Ceker Berlumur Rica-Rica, Ludes Hanya Empat Jam

Berbekal referensi bumbu orang tuanya, Tri Prihartono merintis usaha sego ceker yang tidak biasa. Selain nasi uduk yang dimasak dengan daun, warung ini juga mengandalkan bumbu kecap rica-rica. Harus cepat jika mengunjungi warung ini jika tidak ingin kehabisan.

Beberapa tahun terakhir, kuliner ceker seolah ‘meledak’ di Kota Malang. Pada malam hari, di sudut-sudut kota dan juga di pinggir-pinggir jalan, cukup banyak penjual ceker. Masakannya juga nyaris sama, yakni ceker diolah dengan bumbu berlumur cabai. Kalau tidak begitu, diolah dengan bumbu kare.
Tapi, nasi ceker di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang, atau disebelah selatan bunderan SMPN 5 Kota Malang ini menawarkan sensasi berbeda dalam memakan ceker. Lantaran, ceker, sayap, dan kepala yang disajikan dibakar.
Setelah dibakar, ceker lalu dilumuri bumbu kecap rica-rica. Karena inilah, warung sederhana tersebut diberi nama Sego Ceker Kecap Rica-Rica Bakar. Selain itu, karena posisinya juga di dekat bunderan, warung ini juga biasa diberi nama Warung Bunderan. Untuk rasa juga maknyus. Dengan tekstur daging yang lembut, ketika digigit cukup maknyus. Bumbu rica-rica yang tidak terlalu pedas, kian melengkapi kelezatan makan ceker di tempat tersebut.
Hanya saja, bagi Anda yang ingin menikmati makanan di tempat ini, perlu cepat-cepat jika tidak ingin kehabisan. Warung ini buka setiap pukul 19.00 dan sudah tutup pukul 24.00. Bahkan, jika ceker, sayap, dan kepala ayam sudah habis, maka warung tersebut sudah tutup.

Sumber : http://radarmalang.co.id/sego-ceker-warung-bunderan-di-jalan-panglima-sudirman-yang-anti-mainstream-35158.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *