Warung Lama H Ridwan, Eksis sejak 1925

Warung Lama H Ridwan, Eksis sejak 1925

Sate Komoh Bakar Jadi Menu Khas

HAMPIR semua warung legendaris memiliki keunikan tersendiri. Sama halnya dengan Warung Lama H Ridwan, yang eksis sejak 1925 silam. Bahkan, kini sudah dikelola hingga generasi ketiga.

DIAN AYU ANTIKA HAPSARI

WARUNG Lama Haji Ridwan boleh dibilang usaha kuliner tertua di Kota Malang. Pasalnya kuliner ini sudah ada sejak tahun 1919 silam. Yusuf Bachtiar yang mengelola warung itu merupakan generasi ketiga.

Perintis sekaligus pengelola pertama adalah alm H Ridwan. Kala itu, Warung Lama belum masuk ke dalam Pasar Besar Malang (PBM), seperti saat ini. Mulanya, Ridwan berjualan menggunakan gerobak yang dipikul, layaknya soto Madura. Pikulan ini juga berfungsi mengangkut gerobak berisi barang dagangan dari rumahnya di kawasan Temenggungan menuju Pasar Besar.

”Dulu jualnya juga di tempat yang kami tempati sekarang. Tapi belum ada bangunan warung,” ujar Bachtiar. ”Makanya, kami menganggap berdiri sejak tahun 1925, sesuai peresmiannya,” tambahnya.

Yusuf bercerita, kakeknya, H Ridwan berjualan di jaman Belanda dan Jepang. Sehingga, kondisi berjualan saat itu sangat sulit. Belanja bahan makanan saja harus sembunyi-sembunyi. ”Membeli beras saja harus kucing-kucingan. Wadah susu dipakai untuk membeli beras,” terang Yusuf.

foto: jejalan.comTatkala Pasar Besar dibangun tahun 1925, kakek Yusuf difasilitasi pemerintah Belanda untuk berpindah. Dari yang semula warung ala kaki lima, hingga menjadi warung di dalam pasar. Lokasinya juga tetap, yakni dari pintu masuk Pasar Besar belokan pertama, ke arah kanan. ”Kami tidak pernah pindah-pindah. Hanya renovasi saja tiga kali,” beber Yusuf yang didampingi anaknya, Istiadah, 35.

Awalnya, Warung Lama hanya menyuguhkan tiga menu. Yakni sate komoh bakar, ayam goreng, dan tempe goreng. ”Tapi saat ini sudah berkembang menjadi delapan menu,”  terang dia.
Kendati lokasinya di dalam pasar, pengunjungnya tetap ramai. Apalagi setelah jalan utama di Pasar Besar tidak macet lagi, semakin banyak pelanggannya. ”Semoga tata letak di Pasar Besar juga ditertibkan. Agar nyaman bagi para embeli atau penjual di pasar ini,” harapnya. (ika/c1/dan)

sumber : http://radarmalang.co.id/warung-lama-h-ridwan-eksis-sejak-1925-18491.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *