Sentra Industri Rotan Balearjosari

Sentra Industri Rotan Balearjosari

Selain sentra industri Gerabah di Kelurahan Penanggungan dan SentraI Industri Tempe. Kota Malang juga memiliki Sentra Industri Rotan yang terletak di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing. Keberadaan sentra ini tidak diketahui pasti kapan berdirinya Ngalamers, namun yang pasti ketrampilan kerajinan rotan ini diperoleh secara turun menurun sejak jaman Belanda.

Industri Kerajinan Rotan Balearjosari terletak di Jalan Raya Balearjosari dan tersebar di Jalan Satria dan dalam wilayah kelurahan tersebut. Secara geografis, Kelurahan Balearjosari merupakan kelurahan yang berada di posisi paling utara sekaligus sebagai pintu gerbang masuk Kota Malang.

Industri Kerajinan Rotan Balearjosari ini bersifat ‘Padat Karya’, yakni menggunakan jasa manusia dalam keseluruhan proses produksinya. Hal tersebut berarti ada tenaga kerja yang di serap oleh tiap-tiap pengrajin. Saat ini ada 2 jenis Pelaku usaha kerajinan rotan di Balearjosari, yaitu penjual dan pengrajin.

Potensi Sentra Industri Rotan di Kelurahan Balearjosari Kota Malang adalah sbb:

  • Jumlah Unit Usaha : 23 Unit
  • Jumlah Tenaga Kerja : 73 Orang
  • Nilai Investasi : Rp.1.827.936.500,-
  • Nilai Produksi : Rp.20.716.845.000,-

Melihat potensi ini, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas terkait lainnya terus mengembangkan dan meningkatkan mutu usaha Rotan di kelurahan Balearjosari. Selain itu pengrajin diharapkan saling meningkatkan kerjasama satu sama lain, sehingga industri kerajinan rotan akan terus berkembang seperti pada tahun 1990an. Saat itu Kota Malang Pernah di kenal sebagai pengekspor mebel rotan yang cukup populer.

Bahan baku kerajinan rotan di dapat dari Surabaya, dan berasal dari Kalimantan. Alur distribusi rotan terdiri dari beberapa pelaku Petani, Pengumpul, Pengumpul besar lokal, Pedagang antar pulau, Industri rotan, eksportir rotan. Sedangkan untuk bahan baku lainnya seperti Mendong, enceng gondok,agel, dan Banana di dapat dari daerah sekitar malang raya, pelaku usaha / pengrajin rotan sendiri mendapat pasokan dari daerah Wajak, Kab. Malang.

Karena sulitnya bahan baku Rotan, saat ini para pelaku usaha / pengrajin di Balearjosari banyak yang menggunakan anyaman dari bahan rotan sintesis atau plastik untuk produk furniturnya.

Kerajinan rotan ini mengalami masa keemasan pada dekade 1980 s/d 1990. Dulunya Ngalamers, kerajinan bambu dianyam untuk pembuatan kursi, baru pada tahun 1958 bambu ditinggalkan dan diganti dengan rotan. Pada masa itu pelaku usaha/pengrajin rotan kurang lebih berjumlah 10 orang, dan terus berkembang hingga sekarang.

Krisis moneter yang melanda Indonesia  pada tahun 1997, secara perlahan berimbas pada pengrajin rotan di Kota Malang. Saat itu sektor industri pengolahan rotan khususnya di Kelurahan Balearjosari mengalami penurunan yang signifikan, bahkan sampai sekarang terus mengalami penurunan, sehingga pada tahun 2012 di Sentra Industri Rotan Kelurahan Balearjosari tinggal 23 Pelaku usaha/Pengrajin Rotan saja yang masih eksis.

Sumber: rotan.sentraikm-kotamalang

 sumber : http://halomalang.com/peta-malang/detail/sentra-industri-rotan-balearjosari

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *