Polsek Rawan Target Serangan Teroris

Polsek Rawan Target Serangan Teroris

Polisi yang bertugas di markas kepolisian sektor (mapolsek) sebaiknya waspada. Sebab, mapolsek rawan menjadi target serangan teroris.

Kepala Detasemen B Satbrimob Polda Jatim AKBP Sunadi menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk patroli. Sasarannya, lokasi-lokasi yang rawan menjadi target incaran para teroris. ”Sudah sejak tadi malam (kemarin, Red), anggota bergerak (patrol),” ujar Sunadi, Minggu (9/4).

Dia memaparkan, sebanyak 80 personel diterjunkan. Mereka berpatroli mengendarai sepeda motor. Lantaran satu sepeda motor untuk dua personel yang berboncengan, dibutuhkan 40 unit sepeda motor.

Masing-masing personel dilengkapi senjata laras panjang. Jika menemukan adanya ancaman selama berpatroli, para personel ini bisa bergerak cepat. Pemilihan memakai kendaraan roda dua juga demi alasan kecepatan.

Menurut Sunadi, kepolisian sektor (polsek) menjadi sasaran serangan teroris karena menjadi bagian terkecil dari kepolisian resor (polres). Selain itu, personel di masing-masing polsek sedikit.

”Waktu di polsek, anggota (personel yang berpatroli) sudah menyampaikan. Jika ada sesuatu yang mengancam, harap segera menghubungi kami (Satbrimob Polda Jatim). Karena kami memiliki alat yang lebih lengkap,” kata Sunadi.

Selain melakukan pengamanan, lanjut dia, ke depan pihaknya akan melatih anggota polsek. Tujuannya agar para anggota di polsek siaga dan bisa mengantisipasi jika terjadi serangan teroris. ”Kami akan memberikan latihan active shooter,” tutur perwira dengan pangkat dua melati itu.

Lantas, sampai kapan patroli dilakukan? Sunadi tidak bisa memastikan. Jika kondisinya sudah aman dan kondusif, bisa jadi personel yang patroli akan dikurangi. Untuk saat ini, pihaknya masih memaksimalkan pengamanan. ”Kami tidak ingin lengah,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengimbau agar masyarakat waspada. Jika ada aktivitas mencurigakan di kampung, dia menyarankan agar melapor ke masing-masing ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). ”Agar diketahui maksud dan tujuan tinggal (di kampung) itu apa,” katanya.

Hoiruddin juga meminta masyarakat aktif berpartisipasi. Pihaknya akan melakukan pemantauan dengan memaksimalkan peran bhabinkamtibmas di setiap kelurahan atau desa. ”Bhabinkamtibmas juga harus ikut melakukan pemantauan,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, Sabtu lalu (8/4) terjadi baku tembak antara polisi dengan enam terduga teroris di Hutan Jenu, Kabupaten Tuban. Dalam baku tembak tersebut, enam pelaku meninggal. (zuk/c4/dan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *