Polemik Transportasi Online dan Konvensional, Ini Komentar Kasatlantas Polres Malang Kota

Polemik Transportasi Online dan Konvensional, Ini Komentar Kasatlantas Polres Malang Kota

Satuan Lalu Lintas Polres Malang Kota termasuk yang hadir dalam pertemuan antara sopir transportasi konvensional dengan Dinas Perhubungan Kota Malang, Kamis (16/2/2017) kemarin.

Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho mengatakan, pada intinya pengelola angkutan umum konvensional menginginkan pemerintah daerah menutup operasional taksi online.

“Dan itu ranahnya Pak Wali (Wali Kota Malang, M Anton) atau pemerintah untuk membolehkan atau tidak. Selama tidak ada ketegasan, kami dari kepolisian tidak bisa menindak. Baru bisa ketika ada pelanggaran,” ujar Ady kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/2/2017).

Selama tidak ada kesalahan, imbuhnya, pihaknya tidak bisa menindak. Ia mengakui dari sisi teknologi, tidak ada persoalan dengan keberadaan taksi online maupun ojek online. Sementara dari sisi kelengkapan dokumen berlalu lintas si sopir, menurut Ady bisa saja diperiksa.

“Secara fisik tidak ada pembeda antara mobil taksi online dan mobil pribadi. Karena taksi online ini mirip mobil sewaan, antarkan dari satu titik ke titik lain. Dan ini diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan tentang kendaraan tanpa trayek, seperti halnya rent car maupun ojek, jadi tidak perlu plat kuning,” imbuh Ady.

Ia kembali menegaskan, seorang sopir termasuk sopir taksi online akan ditindak dari sisi ketertiban lalu lintas, jika ia tidak memenuhi administrasi berlalu lintas seperti tidak memiliki SIM dan STNK kendaraan, juga jika si sopir melanggar rambu.

Diberitakan SURYAMALANG.COM, terjadi gesekan antara pengemudi transportasi tradisional dengan sopir transportasi online. Sebelum sopir angkutan kota mengeluhkan keberadaan taksi online, beberapa sopir ojek konvensional melurug kantor Gojek.

Sedangkan gesekan sopir angkot dan taksi online mulai terasa di kawasan Stasiun Kota Malang. Terdapat dua taksi online di Kota Malang yang memakai model bisnis startup yakni Grab dan Uber.

sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/2017/02/17/polemik-transportasi-online-dan-konvensional-ini-komentar-kasatlantas-polres-malang-kota

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *