Padukan Keterampilan Plating Makanan dan Memotret

Padukan Keterampilan Plating Makanan dan Memotret

*Komunitas Food Diary, Abadikan Makanan dengan Kamera Handphone

 

Melalui telepon genggam, komunitas ini ingin mengabarkan kepada khalayak ramai tentang kuliner di Kota Malang. Tidak hanya untuk bersenang-senang, komunitas ini juga mengasah keterampilan anggotanya dalam memotret, plating makanan (teknik penyajian makanan), hingga memasak. Pengikut komunitas ini sudah ribuan.

Anda suka keluyuran ke kafe-kafe atau restoran yang jumlahnya cukup berjibun di Kota Malang? Tampaknya Anda tepat bergabung dengan komunitas Food Diary. Lantaran, komunitas ini memadukan antara seni memilih makanan dan seni memotretnya.

Tidak hanya itu, komunitas ini juga mudah diikuti karena alat utamanya hanyalah handphone yang dilengkapi aplikasi kamera. Nah, dari handphone inilah, anggota komunitas tersebut memotret aneka macam makanan dan diunggah ke media sosial. Oleh karenanya, komunitas ini juga dikenal dengan sebutan food phone photography.

Meski mengusung konsep fotografi, pendiri komunitas ini justru bukan berasal dari fotografer. Pendiri komunitas ini, Annas Kurnia Ilham adalah penjual makanan pasta secara online.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Ilham menjelaskan, awal mula terbentuknya komunitas itu ketika dia ingin mempromosikan makanannya kepada masyarakat luas. Dia bersama sang istri, Ria Luvita Sari, ingin mempromosikan makanannya melalui hasil jepretan foto. Sebelumnya, pasangan ini memang hobi fotografi menggunakan kamera DSLR atau digital single lens reflex camera.

Namun, karena dirasa terlalu mahal dan ribet, akhirnya mereka mencari ide yang lebih praktis. Maka dipilihlah kamera handphone yang hampir semua orang sudah memilikinya. ”Kami akhirnya mencoba memfoto makanan menggunakan gadget, dan ternyata hasilnya bagus dan menarik,” kata Ilham.

Dari hasil coba-coba itulah, mereka lantas memunculkan istilah food phone photography. Berawal dari itulah, dia bersama sang istri membuat grup Facebook bernama Food Diary yang bertujuan untuk me-review serta membuat tampilan makanan agar tampak menarik hanya dengan bermodalkan gadget.

Kemudian, mereka mengajak serta tiga temannya yang juga sama-sama bergelut di bidang kuliner, yakni Galih Pratitiweni, Onny Susetyo, serta Isminarto. Kelima orang tersebut yang hingga saat ini menjadi admin resmi dari komunitas Food Diary.

Sementara itu, Isminarto mengatakan, komunitas yang mulai dibentuk pada tanggal 15 September 2015 itu, memiliki tujuan untuk menghasilkan foto yang ‘seksi’. Dalam artian, bisa mengundang hasrat bagi siapapun yang melihat agar tertarik pada makanan tersebut, hanya dengan menggunakan aplikasi kamera yang ada pada masing-masing gadget.

Oleh karena itu, di dalam komunitas tersebut, mereka juga melakukan pelatihan tentang bagaimana cara menghasilkan foto yang dianggap seksi. ”Setiap ada kegiatan, kami pasti ada sharing materi tentang trik-trik pengambilan gambar,” ucap laki-laki yang akrab disapa Atok itu.

Meskipun masih terbilang baru, komunitas Food Diary sudah beberapa kali menggelar kegiatan bersama anggotanya. Di antaranya, sharing class dan cooking class. Selain itu, mereka juga sempat mengadakan foto challenge antaranggota komunitas. Atok mengatakan, setiap kegiatan, mereka selalu mengundang pemateri dan juri dari pihak yang sudah ahli di bidang kuliner dan fotografi. ”Selama kegiatan kemarin, kami menggandeng admin dari komunitas Malang Foodies, yaitu Akbar Kumara,” paparnya.

Hingga saat ini, jumlah anggota komunitas Food Diary mencapai kurang lebih 4.000 orang. Jumlah tersebut juga merupakan followers (pengikut) mereka di akun media sosial. Namun, pada setiap kegiatan, mereka hanya membatasi sampai 35 anggota saja yang dapat mengikuti acara. Hal itu dikarenakan keterbatasan tempat kegiatan. Biasanya, setelah ada kegiatan, para anggota mengunggah foto ke Facebook, dan melangkapinya dengan tulisan pendek yang berisi penjelasan foto makanan tersebut. ”Selama ini kami selalu mengadakan kegiatan di kafe-kafe, jadi tempatnya agak terbatas,” terang Atok.

Annas mengatakan, komunitas Food Diary selain untuk memacu kreativitas, tujuan utamanya juga untuk memanfaatkan kecanggihan dunia digital, terutama dalam promosi. ”Tidak hanya harus enak, bagaimana cara kami mengenalkan ke masyarakat juga penting. Salah satunya melalui hasil jepretan foto” pungkasnya.(Fisca Tanjung/c1/riq)

 

Foto : Ben/Radar Malang

sumber : http://radarmalang.co.id/padukan-keterampilan-plating-makanan-dan-memotret-31334.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *