Olah Bahan Pakai Alu dan Lumpang

Olah Bahan Pakai Alu dan Lumpang

Proses pengolahan setiap bahan untuk membuat jajanan tradisional di Warung Putu Tongan sangat tradisional. Tidak ada mesin modern. Alat yang dipakai mengolah justru alu dan lumpang.

Bukan karena tidak mampu membeli mesin canggih, tapi semata menjaga kualitas rasa. Karena pemilik usaha ini yakin, bahan hasil olahan mesin dengan ditumbuk pakai alu dan lumpang rasanya berbeda. Lebih nikmat yang pakai alat tradisional.

Wahyudi, suami Jumaiyatin menjelaskan, dalam membuat klepon dan jajanan ijo-ijo, mereka masih menggunakan baham alami. Yakni daun suji untuk warna hijaunya. Juga daun pandan wangi agar jajanan menjadi lebih harum.

Uniknya, dalam membuat ekstrak daun pandan ini, mereka masih memanfaatkan alu dan lumpang. Alu dan lumpang merupakan alat penumbuk tradisional. ”Setiap dua hari sekali kami membuat ekstrak pandan dengan cara ditumbuk,” terangnya sambil tetap melayani pembeli.

Setelah semua pandan ditumbuk dan dicampur, baru diberi air dan disaring. Untuk mendapatkan warna hijau alami. ”Baru bisa disaring dan digunakan untuk mewarnai makanan,” terang dia. Tidak hanya bahan pewarna alami saja yang diproses menggunakan lumpang dan alu. Melainkan bubuk kacang untuk ketan bubuk juga diprosres dengan cara yang sama.

Ketan bubuk kacang merupakan salah satu item unggulan di warung ini. Karena jarang ada ketan dengan bubuk kacang. Biasanya bubuk ketan yang digunakan berasal dari kedelai.

Untuk membuat bubuk kacang ini juga masih ditumbuk secara tradisional. ”Karena kacang ini tidak bisa dihaluskan menggunakan mesin selep. Kalau dihaluskan dengan mesin selep, hasilnya menggumpal seperti bumbu pecel,” terang Jumaiyatin.
Cara pengolahan tradisional ini yang akan terus dipertahankan sampai kapan pun. ”Dari dulu memang begini,” tandas dia. (ika/c1/abm)

sumber : http://radarmalang.co.id/olah-bahan-pakai-alu-dan-lumpang-26580.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *