Nyamm… Lezatnya Kari Ayam Warung Mak Ten

Nyamm… Lezatnya Kari Ayam Warung Mak Ten

Meski hanya menempati bangunan kecil berukuran 5×7 meter dan terlihat sederhana, Warung Mak Ten cukup kesohor di mata pecinta kuliner. Pelanggannya tak hanya dari Malang Raya, tapi juga luar kota.

Warung Mak Ten berada di sebelah selatan Kota Malang. Tepatnya di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Lokasinya hanya sekitar 50 meter dari Kantor Desa Genengan.
Penandanya jelas. Berupa tulisan di jendela kaca : Warung Mak Ten, Sedia : Kare Ayam Kampung. Kari ayam memang menjadi menu utama Warung Mak Ten. Meski warung yang eksteriornya didominasi warna hijau ini juga menjual menu lain: pecel, krengsengan, lodeh, dan nasi campur.
Cukup membayar Rp 13 ribu, kelezatan kari ayam Warung Mak Ten bisa dinikmati. Satu mangkuk berisi kari : sepotong bagian ayam dalam kuah santan. Sementara nasi disajikan terpisah dalam piring. Tampilannya sederhana, tapi bisa menggugah selera.
Usaha tersebut saat ini dikelola oleh generasi kedua dari sang pemilik. Warung Mak Ten dirintis oleh Mainten pada 1976. ”Nama ibu saya Mainten, tapi banyak pelanggan menyebutnya Mak Ten. Alasannya agar lebih dikenali,” ujar Mujiati, kemarin (17/3).
Sekitar 40 tahun silam, ketika Mainten merintis usahanya, tak banyak warung yang menjual kari ayam. ”Tidak seperti sekarang, menu ayam dengan santan tersebut banyak ditemui di mana-mana,” kata dia. Apalagi, ayam yang digunakan adalah ayam kampung.
Ada alasan kuat mengapa warung ini menggunakan ayam kampung dalam masakannya. ”Emak (panggilan untuk Mainten) pengen menyajikan kualitas masakan terbaik untuk pelanggannya. Ayam kampung dirasa memiliki rasa yang kuat,” ujarnya.
Tidak hanya pemilihan ayam, Warung Mak Ten juga tidak sembarang memasukkan bumbu. Semua bahan harus yang terbaik.
Karena itu, tidak heran bila Warung Mak Ten mampu memikat lidah konsumen. Sekali saja datang, pasti akan kembali lagi. ”Sejak awal, masakan ibu memang sudah terkenal. Ini (kari) termasuk masakan aji mumpung saat itu,” ujar dia.
Tahun demi tahun berlalu, Warung Mak Ten masih mampu menjaga kualitas masakannya. Ketika Mainten meninggal dunia pada 2003, Mujiati lah yang menjadi penerusnya. ”Sebelumnya, saya sering menemani ibu memasak,” kata wanita 54 tahun ini.
Di tangan Mujiati, Warung Mak Ten berkembang. Tidak hanya menjual kari ayam, tapi juga menu lainnya. Meski begitu, kari ayam masih menjadi primadona di warung ini.
Alasan penambahan menu bukan berarti Warung Mak Ten takut kari ayam kehilangaan penggemar. Tapi lebih kepada agar pelanggan mendapatkan banyak pilihan.
Mujiati berharap, Warung Mak Ten bisa terus bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang makin ketat. Dia pun sudah menyiapkan anaknya untuk meneruskan usaha.
Putra Mujiati, Aan Adi mengaku siap bila diberi amanah untuk meneruskan usaha Warung Mak Ten. Meski menyandang titel sarjana, dia tak risih bila harus bergelut di dapur dan melayani pelanggan. ”Sejak kecil saya memang sudah berkecimpung di usaha warung keluarga ini. Impian saya ya ingin mengembangkan warung ini,” tegas lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
Sebagai calon penerus, Adi sudah punya rencana jangka panjang. ”Kami masih berpikir meluaskan warung saja dulu. Setelah itu baru buka cabang,” kata pria 34 tahun ini. (dian kristiana/c1/muf)

 sumber : http://radarmalang.co.id/nyamm-lezatnya-kari-ayam-warung-mak-ten-34662.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *