Menikmati Sajian Kopi di Coffee Shop Kota Malang

Menikmati Sajian Kopi di Coffee Shop Kota Malang

Menu kopi di sejumlah coffee shop di Kota Malang semakin beragam. Tidak hanya sekadar kopi yang dicampur dengan gula, atau susu saja. Hampir setiap coffee shop, menawarkan kreasi menu kopi. Bahkan, dilengkapi beberapa teknik penyajian kopi yang lezat.

Hampir di semua sudut kota ini, bisa dijumpai tempat ngopi atau coffee shop. Dari mulai yang pinggir jalan, hingga yang berada di pusat perbelanjaan. Coffee Corner di kawasan Jl Soekarno Hatta salah satunya.

Muhammad Asyhari Rahmat, salah seorang barista Coffee Corner mengatakan, mayoritas menu kopi yang dipilih adalah latte, capuccino, dan espresso.

Tapi, kopi hitam yang diseduh manual (brewing) selalu ada yang memesan, karena kopi hitam ini everlasting atau ’nggak ada matinya’.

”Bahasa awamnya kopi tubruk. Di tempat kami, pemesan kopi tubruk mulai lima hingga 40 cangkir kopi sehari bila ramai,” kata pria 23 tahun ini.

Bisa dikatakan, peminat kopi hitam adalah mereka yang benar-benar paham soal cita rasa kopi. Sebab, tidak semua orang bisa menikmati kopi seperti ini. Apalagi, di Coffee Corner sendiri, pada daftar menu memang tidak ditawarkan kopi manual brewing.

”Kami buat berdasarkan pesanan,” kata mahasiswa akuntansi Universitas Brawijaya (UB) yang sudah tiga tahun menjadi barista ini.

Ari menjelaskan, sedikitnya dikenal empat teknik manual brewing. Di antaranya mocha pot, syphon, french press, dan Vietnam drip, serta pour over.

”Setiap teknik menawarkan cita rasa kopi yang berbeda, sekalipun bahan dasar kopinya sama,” kata dia.

Vietnam Drip misalnya. Di sini, kopi yang sudah digiling diletakkan dalam sebuah cangkir stainless, dimana di bagian bawahnya terdapat lubang-lubang kecil. Hasil seduhan dari kopi ini, akan menetes ke cangkir kopi, melalui lubang-lubang kecil tersebut.

”Semakin halus gilingan kopi, maka rasa kopi semakin berat. Begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Teknik Vietnam Drip ini sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin menikmati kopi bercita rasa kuat atau strong.

Barista sendiri, biasanya akan lebih hati-hati ketika mengerjakan pesanan kopi brewing. Sebab, yang menjadi penikmat kopi seperti ini adalah orang punya taste tinggi terhadap kopi. ”Mereka lebih bisa menilai,” kata dia.

Orang-orang tertentu bahkan sampai pada tahap bisa membedakan jenis kopi hanya dari aromanya. Apakah Gayo Aceh Arabica, atau mungkin Toraja Arabica.

Mereka juga pasti paham teknik apa yang digunakan, apakah Vietnam Drip atau Syphon. Ini berbeda dengan kopi espresso, latte, dan capuccino yang pembuatannya menggunakan mesin.

Sementara itu, Dwi Aditya, barista Kafe Box mengatakan, Kopi Latte menjadi salah satu menu kopi yang banyak digemari. Kopi ini tidak hanya menawarkan rasa, tapi juga sebuah seni dari kopi. ”Ciri khas latte itu, dia main busa dan layer,” ujar dia.

Ketika disajikan kepada pembeli, beberapa bahan tidak langsung diaduk. Namun, dibuat lapis demi lapis. Menu Hazelnut Fudge misalnya. Pada lapisan paling bawah, bisa dilihat cairan kental berwarna kekuningan. ”Yang paling bawah itu adalah hazelnutnya,” kata pemuda 20 tahun yang sudah dua tahun belakangan menjadi barista itu.

Di atas lapisan hazelnut, ada lapisan kopi. Pada bagian paling atas, foam (busa) susu menjadi pemanis tampilan kopi.

”Inilah seninya latte. Sekalipun pada akhirnya layer-layer tersebut diaduk juga,” kata dia.

sumber : http://radarmalang.jawapos.com/read/2016/04/26/1172/menikmati-sajian-kopi-di-coffee-shop-kota-malang/1

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *