Mengerikan ! penderita HIV-AIDS (ODHA) di Kota Malang Menempati Posisi kedua di Jatim

Mengerikan ! penderita HIV-AIDS (ODHA) di Kota Malang Menempati Posisi kedua di Jatim

Mengerikan ! penderita HIV-AIDS (ODHA) di Kota Malang Menempati Posisi kedua di JatimTernyata sejak dulu Malang menjadi salah satu kota yang terdapat banyak sekali jumlah penderita HIV-AIDS ( ODHA ), faktanya urutan kedua terbesar steah Kota Surabaya. Jumlah ODHA di Kota Malang sekitar 3.800 orang, jumlah tersebut berdasarkan data dari dinas kesehatan ( Dinkes ) Kota Malang.

Untuk jumlah HIV / AIDS tahun 2016 sebanyak 316 ODHA, itu berdasarkan data per tahun. Meningkat pada tahun 2017 telah bertambah jumlah untuk penderita baru sebanyak 219 orang.
Untuk menekan angka jumlah penderita, Pemerintah kota Malang khusunya Dinas Kesehatan harus menupayakan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayannya penyakit tersebut.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji menegaskan harus ada target konkret dalam rapat kerja daerah (Rakerda) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Malang yang digelar mulai Rabu (27/9/2017). Dilansir dari Surya Malang ( 28/9 ) mengatakan “Ini masalah krusial. Baru sekitar 3.800 orang yang melapor. Mungkin ada penderita yang tidak berani melapor. Ini berbahaya. Makanya dalam Rakerda ini harus ada target, seperti peringkatnya turun atau tidak,”

Sebagai salah satu kota yang terbuka, begitu banyaknya pendatang yang keluar masuk Kota Malang, seperti mahasiswa, pelajar, pekerja, maupun para wisatawan asing. Keadaan tersebut menjadikan Kota Malang rentan menjadi lokasi penyebaran HIV-AIDS. “Penanganan ini tidak bisa hanya satu sektor. Tetapi harus lintas sektor. Semua pihak harus menghilangkan ego sektoral,” ujarnya.

Harapannya ada rekomendasi untuk Pemkot Malang dalam penanganan HIV-AIDS dari rakerda KPA. Adapun rekomendasi itersebut dari kebijakan anggaran, kebijakan regulasi, atau kebijakan penanganan. Imbuhnya “Seperti tindakan promotifnya, kuratif, dan preventif bisa melekat ke semua organisasi perangkat daerah (OPD).

Dengan kedaan tersebut, Asih Tri Rachmi sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, mengatakan jumlah ODHA itu tidak bisa disebut meningkat.
Pasalnya pada kasus HIV-AIDS seperti halnya fenometa gunung es. “Jumlah itu merupakan hasil temuan. Bisa saja pendeirtanya tidak ditemukan tahun kemarin, dan baru ditemukan tahun ini,” ujar Asih.

Dari sebuah temuan baru ODHA, menjadikan satu tugas khusus pagi para petugas kesehatan untuk menjaga kualitas hidup ODHA. “ODHA bisa tetap survive, di antaranya dengan pemberian antiretroviral (ARV) untuk menjaga kualitas hidup ODHA DAN keberadaan klinik VCT di puskesmas dan rumah sakit membantu temuan ODHA,” terangnya.

Dalam menangani kasus seperti itu, langkah terceat adalah melakukan Rakerda KPA dengan melibatkan sejumlah pihak, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, MUI, dan sebagainya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *