Madyopuro Populer di Mancanegara

Madyopuro Populer di Mancanegara

MALANG KOTA – Beberapa gadis berkostum bunga merak menyambut kedatangan tim juri Otonomi Award Lurah-Camat 2017 di kantor Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Ke d u n g – kandang, K o t a Malang, kemarin (11/4). Satu per satu, mereka unjuk ke bolehan dengan berjalan layaknya model pa pan atas di aula kantor kelurahan. Gaun yang tampak mewah itu tidak berasal dari bahan yang mahal. Tapi, berasal dari sampah rumah tangga. Misalnya sedotan plastik bekas, koran bekas, hingga pecahan kaca

Sampah itu kemudian mereka kreasikan ulang menjadi gaun apik yang kerap memenangi perlombaan. Keunggulan Kelurahan Madyopuro dalam mendesain kostum daur ulang itu dipaparkan Lurah Madyopuro Nurhadi di hadapan tim juri Otonomi Award Lurah- Camat 2017. ”Kami sering menang lomba (kostum daur ulang). Mulai tingkat kelurahan, kota, hingga lomba di jenjang yang lebih tinggi,” ujar Nurhadi di sela-sela penilaian tim juri, Selasa (11/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, Otonomi Award Lurah-Camat 2017 merupakan program yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kerja bareng Jawa Pos Radar Malang. Program yang digelar kali ketiga ini bertujuan mengungkap potensi di masingmasing kelurahan. Dari 57 kelurahan se-Kota Malang, pada 2017 ini hanya diikuti 54 kelurahan saja. Sebab, tiga kelurahan lain yakni Tlogomas, Kasin, dan Tasikmadu tidak ikut karena sudah menyabet juara pada penyelenggaraan Otonomi Award Lurah-Camat tahun sebelumnya.

Lurah Madyopuro Nurhadi menya takan, pada Mei mendatang, kostum karya anak muda Madyopuro itu akan mengikuti kompetisi di mancanegara. Kostum tersebut disebut art wear carnival. ”Kami mewakili Indonesia di kompetisi Mister International di Thailand,” kata Nurhadi. Selain inovasi di bidang kostum, Madyopuro juga punya keunggulan lain.

Nurhadi menyebutkan, ada empat inovasi yang berkembang pesat. ”Ada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); karang taruna; art wear carnival; dan Ngijabi (Ngadipuro Jaman Biyen),” kata dia. Nurhadi menyatakan, dia mempunyai event tahunan bertajuk Ngijabi (Ngadipuro Jaman Biyen). ”Konsepnya seperti Malang Tempo Doeloe. Yaitu dengan menyuguhkan makananminuman tradisional, barangbarang jadul (zaman dulu), wayang, musik tradisional, musik jalanan, ludruk, dan lomba marching band,” jelasnya.

Berbeda dengan Madyopuro, Kelurahan Bandungrejosari lebih mengunggulkan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat. Salah satunya kegiatan bernama ”Sabu-Sabu” dan belanja gratis. Sabu-Sabu merupakan kepanjangan dari salat Subuh berjamaah dan sapu-sapu bersih halaman rumah masing-masing. ”Setiap hari setelah salat Subuh, masyarakat bisa memetik hasil kebun yang dirawat di masingmasing RW,” katanya.

Lurah Bandungrejosari Zainul Amali menyatakan, dari memetik hasil tanaman itulah, maka dinamakan belanja gratis. Sementara untuk program belanja sambil beramal, rencanannya digelar Juli 2017. ”Kami gelar dua kali dalam satu tahun,” kata dia. Pada kegiatan tersebut, panitia membuat kupon yang sudah tercantum harganya. Harga pun ditentukan sesuai kesepakatan bersama. ”Misal untuk takjil seperti lemper yang biasanya dibanderol Rp 1.000, menjadi Rp 1.250,” jelasnya.

Setelah terkumpul, uang hasil amal diberikan kepada warga miskin (gakin) di Kelurahan Bandungrejosari. Penyerahan uang santunan pun juga berbeda. Para panitia langsung mendatangi calon penerima uang santunan. ”Jadi, tidak dikumpulkan di suatu tempat gitu. Justru kami yang datang ke rumah mereka (penerima santunan).

Ada kepuasan tersendiri jika memberikan langsung,” kata dia. Pihaknya juga mempunyai program pesta rakyat. Konsep acaranya menyerupai bazar yang dilengkapi event jalan sehat, pengobatan gratis, dan pentas seni. Di bidang keagamaan, tokoh di Bandungrejosari juga kompak. Mereka membentuk Forum Komunikasi Kerukunan Antar Umat Beragama (FKKAUB). Salah satu program FKKAUB yang sudah dirasakan masyarakat, yakni penyedia layanan ambulans gratis. ”Kami juga menekankan kepada warga miskin agar membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) juga,” jelasnya. (fis/c2/dan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *