Laser Akupuntur, Pilihan Alternatif Penyembuhan Berbagai Penyakit, Seperti Ini Prosedurnya . . .

Laser Akupuntur, Pilihan Alternatif Penyembuhan Berbagai Penyakit, Seperti Ini Prosedurnya . . .

Laser akupuntur (teknik akupuntur tanpa jarum) dan akupuntur jarum memang bukan hal yang baru di dunia medis. Namun, teknik alternatif ini belum banyak diketahui masyarakat perihal manfaatnya.

Hal ini diungkapkan oleh Dr Sukinto yang menangani akupuntur baik laser maupun jarum di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Husada Utama, Senin (30/1/2017). Ia mengatakan, kasus-kasus yang pernah ia tangani ialah seperti obesitas, nyeri otot, otot kejang, trigger finger, kecanduan alkohol, pengguna narkoba, dan penyakit yang menyerang saraf nomor 5 di kepala, yakni Trigeminal Neuralgia.

Namun tak semua penyakit bisa dilakukan hanya dengan teknik laser akupunktur. Yang ia tangani kebanyakan ialah penyakit dengan tanda-tanda nyeri saja. Ada kalanya laser akupunktur ini tidak bisa digunakan oleh beberapa penyakit. Seperti ibu hamil, penyakit jantung, pendarahan dan penyakit kronis lainnya.

“Kalau hanya sakit batuk pilek, ya tidak saya arahkan menggunakan teknik ini. Kalau semisal ada pasien yang patah tulang, dan tulangnya retak, ya tidak mungkin ditangani menggunakan laser akupunktur. Itu ada dokter bagian tersendiri. Nah pasien yang menggunakan teknik ini banyak yang mengelu karena nyeri,” kata dia kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/1/2017).

Bahkan, lanjutnya, teknik ini bisa berkolaborasi dengan dokter saraf. Seperti halnya, ada pasien yang berobat padanya, yakni dengan keluhan Trigeminal Neuralgia. Penyakit itu bisa ditangani dengan dua pengobatan, laser akupunktur dan koordinasi dengan dokter saraf. Tak hanya itu, penyakit vertigo, belpasi juga bisa menggunakan teknik ini.

Menggunakan teknik laser akupunktur, biasanya menjalani masa terapi 10-12 kali. Sukinto mengatakan, tergantung dari kondisi tubuh seseorang. Ada pasiennya yang hanya 2-3 kali kedatangan dan sudah bisa merasakan hasilnya, dan menghentikan pengobatan. Jarang ada yang sampai 10 kali perawatan secara rutin.

“Paling lama empat hari selesai. Karena itu tadi tergantung pasien yang. Apabila setelah menggunakan terapi laser akupunktur ini dia mau berubah, hasilnya juga sangat bagus, tiga kali sudah tidak datang, karena sudah ada perubahan yang lebih baik. Pasien yang memilih meggunakan teknik akupunktur ini karena mereka mengurangi konsumsi obat,” ujar dokter kelahiran Bangka Belitung ini.

Oleh karena itu, saat akan menjalani pengobatan laser akupuntur, pasien tidak dalam keadaan terlalu kenyang, terlalu lapar, mengkonsumsi obat-obatan, dan tidak dalam keadaan hamil. Selain itu, ternyata laser akupunktur ini bisa menangani anak yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), atau gangguan perkembangan aktivitas motorik. Karena teknik laser akupunktur ini mampu merangsang metabolism endokrin dalam tubuh.

Satu pasien yang pernah menjalani pengobatan dengan laser akupunktur, Wiwik (30), mengatakan memilih menggunakan teknik ini karena tanpa efek samping dan tidak membuat ketergantungan pada obat-obatan. Ia yang memiliki masalah pada obesitas ini sudah sekitar satu bulan sebanyak empat kali menjalani pengobatan dengan teknik laser akupunktur.

“Kelihatan sekali efeknya, jadi nafsu makan berkurang. Dan lebih terkontrol. Beda sama sebelumnya yang tak bisa mengontrol nafsu makan. Karena ketakutan saya terhadap obesitas yang memiliki resiko dalam jangka panjang, akhirnya segera saya obati pakai alternatif ini,” kata Wiwik.

sumber : http://suryamalang.tribunnews.com/2017/01/30/laser-akupuntur-pilihan-alternatif-penyembuhan-berbagai-penyakit-seperti-ini-prosedurnya

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *