Lama di Tutup, Goa Jepang di Songgoriti Kota Batu Akan Dikelola Untuk Sebuah Destinasi Wisata

Lama di Tutup, Goa Jepang di Songgoriti Kota Batu Akan Dikelola Untuk Sebuah Destinasi Wisata

Lama di Tutup, Goa Jepang di Songgoriti Kota Batu Akan Dikelola Untuk Sebuah Destinasi Wisata- Warga Songgoriti Kota Batu bebrapa waktu yang lalu memeriksa goa peninggalan tentara Jepang, di Dukuh Songgoriti, Kelurahan Songgokerto. Namun goa tersebut kini telah tertutup oleh bebatuan, karean pada tahun 1990-an goa tersebut masih terbuka dan sering menjadi tempat persembunyian nak – anak. Dirasa berbahaya dan tidak ada yang mengawasi anak – anak yang masuk ke goa, warga sekitar akhirnya menutup goa tersebut.

Kata Hariono, seorang warga Songoriti, warga sekitar sudah mengetahui adanya goa tersebut. Namun belum ada inisiatif dari warag untuk mengembangkan goa tersebut menjadi sebuah wisata alam, dan akhirnyapun ditutup.

Dilansir dari Surya Malang, Minggu (24/9/2017) dia mengatakan “Tahun 90 an terbuka goanya. Dan karena banyak yang dijadikan tempat ngiyup anak-anak kalau hujan, dan berbahaya, jadinya ditutup,”
Goa di Hutan Torong, di Songgokerto itu ternyata terdapat tujuh Goa Jepang dengan ukuran yang berbeda. Menariknya dari salah satu di antara Goa Jepang itu ada yang berukuran panjang hingga 1000 meter. Diketahui ukuran dan bentuk goanya pun juda berbeda.

Kondisi goa saat ini teah tertutup bebatuan dan rerumputan, sangat terlihat tidak terawat sama sekali. “Setelah Suroan ini kami akan membuka goa ini. Karena warga sudah sepakat untuk bersama-sama menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata,” ujar dia.

Juru kunci Candi Se-Malang Raya Hariyoto menjelaskan, goa tersebut merupakan bunker Jepang pada saat perang dulu. Dirinya berjanji, setelah goa dibuka dan dibongkar, akan dirawat dengan baik, sebab tepat didepan goa terdapat area lapangan, juga jalan setapak yang kiranya sangat menarik untuk dimanfaatkan sebagai area Downhill. “Ya nanti dibabat semua, dibuka goanya. Dan didesain semenarik mungkin. Karena tujuannya untuk tempat wisata,” tuturnya.

Potensi untuk sebuah wisata pun sangat banyak, terbukti letak goa tersebut dekat sekali dengan sumber air panas, jaraknya pun gak jauh sekitar 500 meter, nantinya berpotensi untuk dijadikan wisata alam yang sanagt menarik. “Sebelumnya, goa ini nanti akan dilaporkan ke situs purbakala dulu. Biar tercatat di situs purbakala,” kata dia.

Daripengakuan Sunari, yang juga warga setempat, lokasi goa memang sangat dekat dengan sumber air panas, fakta ini menunjukkan itu adalah goa peninggalan jepang, sebab tentara jepang dulu sering melakukan aktifitas di seumber air panas itu. “Ya karena lokasinya berdekatan dengan goa. Di sumber itu tentara biasanya mandi, dan mengambil air,” kata Sunari. Bila dikelola dengan baik dua wahana wisata itu bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi sebagian warga Songgoriti, dan untuk mewujudkanya adalah menjadi tanggung jawab bersama. “Masih lama ini, Mbak. Tapi setidaknya warga sekitar sudah mau diajak mengembangkan wisata itu,” Imbuhnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *