Lalapan Khas Kidul Pasar Bank Udin

Lalapan Khas Kidul Pasar Bank Udin

Nasi lalapan mungkin termasuk jenis kuliner yang paling mudah ditemukan di Kota Malang. Usaha kuliner lalapan ini jumlahnya barangkali mencapai ratusan di Kota Malang. Lalu, apa yang membuat Lalapan Khas Kidul Pasar Bank Udin berbeda dari warung lainnya?

 

***

 

Warung Lalapan Khas Kidul Pasar Bank Udin berada di Jalan Kyai Tamin, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sesuai dengan namanya, warung kaki lima itu memang berada di kidul (selatan) Pasar. Pasar yang dimaksud, adalah Pasar Besar Malang (PBM).

Sementara, penamaan Udin sesuai nama si pemilik. ”Oleh karena orang Malang, maka saya pakai ’bank’, bukan ’bang’,” terang Achmad Fahrudin, pemilik warung.

Malam (22/1) itu, di bawah temaramnya lampu penerangan jalan umum (PJU), Udin yang dibantu beberapa pegawainya, tengah menyiapkan sajian makanan untuk para pelanggan.

Mulai dari membuat bumbu sambal atau yang disebut babonan. Komposisinya terdiri atas cabai merah besar, cabai rawit, terasi, bawang merah goreng, vetsin, gula, garam, dan bawang putih.

Bahan-bahan tersebut diulek (dilumatkan) dalam cobek. ”Setelah itu, baru dicampur dengan tomat dan cabai yang sudah digoreng, serta tambahan jeruk nipis. Tergantung pesanan dari pembeli. Ada yang minta pedas, ada yang tidak terlalu,” terang pria 42 tahun ini.

Udin mengaku, tak ada takaran khusus saat meracik sambal. ”Ya ngawur saja. Tapi, orang-orang pada suka. Hehehe,” kata dia, lalu tertawa.

Yang jelas, seluruh proses pembuatan sambal tersebut dilakukan saat itu juga. Atau, saat pembeli memesan lalapan. Istilahnya, fresh from the oven!

Udin punya alasan khusus mengapa sambal harus dibuat saat pembeli memesan. Padahal, banyak pemilik usaha lalapan lainnya sudah menyiapkan sambal sebelum buka warung. ”Saya tidak bisa begitu. Saya ulek mendadak karena permintaan pelanggan itu pasti beda-beda,” ujar Udin yang mengaku bisa menghabiskan 2 kilogram cabai dalam sehari.

Lalu, bagaimana dengan lauknya? Sekilas, sajian ayam, bebek, lele, belut, tahu, maupun tempe tak berbeda dengan warung lalapan lainnya.

Tapi, cobalah, maka Anda akan tahu apa bedanya. Satu hal yang bisa dijelaskan, adalah tekstur daging (untuk lauk ayam) begitu empuk.

Udin mengungkapkan, daging ayam harus diungkep (direbus dalam panci tertutup) selama 4 jam 30 menit. ”Daging dimasak mulai pukul 12.00–16.30. Saya masak di rumah. Di sini (warung) tinggal digoreng,” jelas laki-laki kelahiran 15 Juni 1974 ini.

Setiap porsi yang ditawarkan kepada pembeli, mulai dari harga Rp 8 ribu–Rp 21 ribu. Warung Lalapan Khas Kidul Pasar Bank Udin buka tiap hari (kecuali Jumat) mulai pukul 17.00–23.00. Selamat mencoba!

sumber : http://radarmalang.jawapos.com/read/2017/02/10/3101/lalapan-khas-kidul-pasar-bank-udin/1

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *