Ketika Kaum Hawa di Malang Berburu Minuman dan Suplemen Pemutih Kulit Tubuh

Ketika Kaum Hawa di Malang Berburu Minuman dan Suplemen Pemutih Kulit Tubuh

Ada yang Cerah Instan, Ada juga yang Bosan karena Tak Sesuai Harapan

Kalangan profesional, ibu-ibu, dan remaja di Kota Malang tengah gemar minum susu dan suplemen yang mengandung antioksidan untuk pemutih tubuh. Mereka ingin punya kulit wajah yang halus dan lebih cerah dengan cara instan. Ada yang ketagihan, ada pula yang bosan karena ternyata tak sesuai harapan. 

Gara-gara banyak broadcast promo minuman bubuk pemutih kulit tubuh via BBM (BlackBerry Messenger), Amanda Egatya, 20, presenter televisi lokal di Kota Malang penasaran. Dia selalu memandangi foto-foto testimoni beberapa cewek cantik, sebelum dan sesudah. Ketika wajah tampak kusam berjerawat diberi tulisan ’sebelum’, lalu wajah yang sudah putih bersih dan halus dibubuhi tulisan ’sesudah’. ”Kala itu saya langsung memesan dua kaleng serbuk mirip susu yang dikemas dalam kaleng itu. Harganya lumayan mahal juga. Tapi siapa tahu saya bisa bener-bener putih kayak yang di foto itu,” papar Manda, kepada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (20/3).

Manda merasa kulitnya kusam, sementara setiap hari harus muncul di layar kaca. Dia berharap, dengan minuman pemutih kulit itu, bisa memperbaiki penampilannya biar sedikit kinclong dan cantik. ”Setelah satu minggu pakai, ternyata memang kulit saya lebih halus dan merasa putih. Entah, wajah saya jadi lebih cerah. Saya pun memesan lebih banyak lagi,” jelas dia. Namun, Manda tak sampai lama mengonsumsi minuman itu. Hanya bertahan sekitar tiga bulan. Dia merasa bosan dan tak lagi melanjutkan minuman untuk memutihkan kulit tubuh itu. Hasilnya, kulitnya pun kembali seperti semula.

Tak hanya kaum hawa saja, MC (master of ceremony) kondang di Kota Malang Rulli Suprayugo ini juga mengaku pernah mengonsumsi minuman pemutih yang mengandung gluthathione dengan kadar yang cukup tinggi. Awalnya Rulli mengaku mengonsumsi minuman pemutih ini justru bukan karena ingin memutihkan kulit. Namun, ingin menyembuhkan penyakit mag yang dia alami. ”Saya baca manfaat dari minuman itu, bisa menyembuhkan mag. Akhirnya saya membelinya,” terang dia.

lifestyle pemutih instan

Rulli mengatakan, memang setelah mengonsumsi hampir dua paket dengan biaya mencapai Rp 2 juta, barulah dia merasakan manfaat dari minuman serbuk dengan rasa cokelat Swiss ini. ”Mag saya memang sembuh. Benefit effect-nya lagi kulit saya jadi lebih cerah dan lebih putih. Dua bulan itu bisa dirasakan kok perubahan pada kulit,” bebernya.

Alumni Unmer Malang ini mengatakan, kulit menjadi lebih cerah dan bersih juga menunjang penampilannya. Apalagi dia sebagai seorang entertainer yang harus selalu tampil modis serta menarik. ”Sehat juga dapat, penampilan juga bisa tertunjang ya. Sekarang saya sudah tidak lagi mengonsumsi minuman pemutih tersebut ” tandas dia.

Berbeda dengan Icha Fransiska. Atas saran seorang teman, Icha mengonsumsi softgel suplemen pemutih. Awalnya dia ragu untuk mencoba. Karena takut jika barang yang akan dikonsumsi ternyata tidak baik bagi kesehatan, seperti tidak ada logo halal atau standar kesehatan lain yang berlaku di Indonesia. Namun setelah diamati dengan teliti, semua yang dia inginkan tercantum dalam kemasan tersebut. ”Setelah merasa yakin dan aman dengan yang apa yang akan saya konsumsi, akhirnya saya berani untuk mengonsumsinya,” terangnya.

Selama kurang lebih enam bulan mengonsumsi softgel tersebut dan menghabiskan sekitar 12 botol senilai total Rp 1,2 juta, dia bisa mendapatkan hasil yang dia inginkan. Kulitnya menjadi lebih bersih dan cerah. ”Ada yang lebih cepat, yakni injeksi. Namun saya khawatir menggunakannya. Sebab, saya dengar efeknya ke mag dan saya punya penyakit mag yang cukup berat,” bebernya.

Tak hanya itu, Icha juga pernah menggunakan minuman serbuk dengan ekstrak glutathione yang cukup tinggi. Selain mampu mencerahkan kulit, zat ini juga dipercaya mampu menangkal radikal bebas dan juga mereduksi  toksin yang ada di dalam tubuh. ”Ketika enam bulan minum dengan menghabiskan sekitar 3 paket, akhirnya wajah saya bisa bersih dan mulus. Awalnya bukan untuk memutihkan kulit, namun untuk membuat wajah menjadi lebih bersih,” terang alumni FIA UB ini. (ika/lil/c1/lia)

sumber : http://radarmalang.co.id/ketika-kaum-hawa-di-malang-berburu-minuman-dan-suplemen-pemutih-kulit-tubuh-12695.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *