Kampung Tridi: Seniman Malang Hadirkan 3D Street Art di Tengah Permukiman

Kampung Tridi: Seniman Malang Hadirkan 3D Street Art di Tengah Permukiman

Tholib (kanan) tampak menyelesaikan tulisan ‘Kampung Tridi’ di salah satu dinding bangunan di kawasan RW.12 Kelurahan Kesatrian, Blimbing, Kota Malang. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Juluran Lidah Einstein yang terkenal itu akan menyambut siapa saja yang akan masuk gang menurun, tepat di sisi Buk Gluduk ini. Lebar jalannya tak sampai 3 meter. Seekor Gorilla muncul dari jendela. Tampak memegang sesuatu yang menarik (ponsel mungkin?) atau entahlah, yang jelas ia tak pernah mengganggu siapapun yang berada di dekatnya.

Tepat di belakang sang primata, ada sebuah air terjun dan sungai yang mengalir, awas terpeleset. Keunikan jalan di kawasan RW.12, Kesatrian, Blimbing ini tak berhenti di situ saja. Setelah Gorilla dan Air Terjun, ada dua sosok besar dengan mulut menganga. Salah satunya adalah Hiu Putih yang terlihat melompat dari dalam air.

Hiu Putih yang ‘keluar’ dari sebuah tembok, pengunjung memanfaatkannya sebagai obyek foto. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Jika Ngalamers lolos dari keduanya, silakan uji nyali di antara curamnya jurang. Selanjutnya, sudah menunggu si Hijau Hulk yang penuh amarah.

“Ini aplikasi bentuk 3 Dimensi di dalam kampung. Selama ini kan konsep 3D masih di tempat-tempat wisata berbayar,” ujar Edi Gimbal menjelaskan konsep Kampung Tridi (3D) kepada halomalang, Minggu (14/08/2016). “Kita menampilkan di Kampung Tridi, gratis,”

Wilayah RW.12 Kesatrian ini berada di bawah jalur rel KA, cukup dekat dengan Stasiun Malang Kota Baru. Kawasan permukiman padat ini hanya terpisahkan DAS Brantas dengan salah satu perkampungan yang kini cukup populer di Malang: Kampung Warna-warni. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Edi Gimbal bersama seniman lain, salah satunya Tholib, adalah pelukis karakter maupun bentuk 3D di wilayah RW 12, Kelurahan Kesatrian, Blimbing ini. Karakter ini seolah-olah hidup jika dilihat dari sudut pandang tertentu, semacam ilusi visual. Gambar-gambar yang diakui spontanitas ini mulai dikerjakan pada 05 Agustus kemarin.

Edi Gimbal, tengah menggambar wajah Albert Einstein di pilar gerbang masuk gang. Ia menggunakan teknik air brush. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

“Ini pertama kali di Malang, dan mudah-mudahan pertama kali di Indonesia (ada di kampung). Kampung ini kan identik dengan kumuh, kita ubah image-nya menjadi kampung wisata. Next time kita juga akan bikin souvenir 3D untuk pengunjung,” imbuh Edi, yang juga warga Kesatrian.

“Awalnya kita berdua nongkrong sambil ngopi, lalu muncul ide Kampung 3D ini,” sambung Tholib. Ide awal diakui mirip dengan Kampung Warna-warni Jodipan yang tepat berada di sisi Selatan, jaraknya hanya dibatasi Sungai Brantas. Agar berbeda ngan kampung wisata lain, mereka memutar otak, lalu terbentuklah konsep 3D street art

3D Street art yang dilukis di jalanan kawasan Kesatrian RW.12. Ngalamers silakan cari sudut pemotretan yang tepat untuk efek ilusi tiga dimensi. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tidak ada kesulitan dalam pengerjaan, bahkan karakter hiu yang muncul dari sebuah bangunan tersebut tak sampai setengah hari pengerjaan. “Ini masih 15 %, untuk menarik pengunjung, nanti tanggal 22 Agustus hingga selesai (4 bulanan) seluruh kampung akan full 3 Dimensi,” jelas Edi.

Rencananya, setelah pengerjaan selesai, mereka juga akan mengundang para seniman, musisi, dan budayawan untuk pembukaan.

Awas, Hulk! Warga tampak melintas di depan mural tokoh Hulk yang dipasang di sisi badan jalan. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Modal awal untuk cat berasal dari patungan anak-anak muda lingkungan Kel. Kesatrian. Rupanya gayung bersambut, pihak Indana Paint yang juga menjadi sponsor utama Kampung Warna-warni tertarik, dan akan mendukung pengerjaan Kampung Tridi ini.

“Kebetulan beberapa waktu lalu Wali Kota singgah di Kampung Warna-warni, lalu noleh ke kampung saya, lalu beliau memberi instruksi (mempercantik). Tapi sebelumnya anak-anak sini sudah punya ide tersebut,” ujar Valentino, Ketua RW.12, Kel. Kesatrian Blimbing.

Pengunjung tampak menikmati hasil jepretan sebelumnya di bawah mural Gorilla. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Menurutnya, media-media yang lebar di wilayahnya akan digambar 3D, selain tembok dan genteng yang juga akan diwarna-warni.

“Sama Wali Kota ditunjuk Indana Paint. Kelurahan menindaklanjuti, dan warga akan siap membantu. Karena nantinya juga akan bermanfaat dalam hal pemberdayaan ekonomi warga. Mereka bisa jual souvenir atau kaos setelah kampung kita dikunjungi banyak orang,” pungkas Valentino.

Selamat datang di kampung Tridi. Edi Gimbal mengaku pengerjaan lukis masih 15%, dan diprakirakan selesai pada akhir tahun mendatang. Minggu, 14/08/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

sumber : http://halomalang.com/serba-serbi/kampung-tridi-seniman-malang-hadirkan-3d-street-art-di-tengah-permukiman

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *