Jurus Warga Kota Malang Kelola Anggaran Keuangan Keluarga

Jurus Warga Kota Malang Kelola Anggaran Keuangan Keluarga

Bayar Cicilan Dulu, Baru Pikirkan Saving

Biaya pendidikan, anggaran belanja kebutuhan sehari-hari, hingga alokasi untuk membayar cicilan utang menjadi prioritas utama setelah menerima gaji atau pendapatan bulanan. Sisanya, bisa ditabung atau untuk anggaran tak terduga hingga untuk rekreasi bersama keluarga. Seperti apa mengaturnya? 

Bagi keluarga Heru Pamungkas, Store Manager Ramayana Department Store Malang merencanakan keuangan keluarga adalah sesuatu yang sangat penting. Selain harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka harus memastikan pasokan bagi pendidikan anaknya tetap terjamin.

”Untuk pendidikan anak, kami alokasikan hingga 30 persen dari pendapatan kami. Sebab, memberi pendidikan yang layak kan memang salah satu tugas orang tua. Setelah itu baru terserap di pos lainnya,” kata Heru saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Malang, beberapa waktu yang lalu.

lifestyle keuangan

Heru menyebutkan, selain kebutuhan pendidikan bagi anaknya, dia juga harus memperhatikan kebutuhan sehari-hari. Misalnya memastikan saving money sebesar 10-20 persen, lalu beban utang 10-20 persen, dan kebutuhan bulanan seperti listrik dan air yang mencapai 5-10 persen. ”Kebutuhan rumah tangga mencapai 20 persen,” kata Heru.

Dia tidak mengalokasikan untuk pos asuransi kesehatan. Sebab, karena istrinya merupakan dosen di salah satu PTN (perguruan tinggi negeri), dan dia bekerja di Ramayana, maka kesehatan seluruh anggota keluarga di-cover oleh layanan BPJS Kesehatan. ”Biasanya istri yang menjadi menteri keuangan di rumah,” kata Heru sembari tersenyum. ”Sebisa mungkin kita sebagai kepala keluarga tidak utak-atik pendapatan istri,” tandas dia.

Purwo Cahyo Widhiatmoko, Kepala Seksi Keselamatan dan Keamanan UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang mengatakan, hampir 60 persen pendapatannya terserap untuk pos kebutuhan sehari-hari. Lalu, 30 persennya untuk kebutuhan rumah tangga seperti angsuran mobil dan lainnya.

”Tetap ada 10 persen yang harus disisihkan ya. Ini untuk kebutuhan tidak terduga. Untuk pendidikan anak, karena anak saya di Kabupaten Malang kan sekolahnya gratis. Karena saya PNS, maka untuk kesehatan juga di-cover BPJS,” kata Cahyo. ”Hampir tak ada planning sih, mengalir saja,” tandasnya.

Pos terbesar dalam anggaran keluarga hingga mencapai 40 persen dari total pendapatan dialami Ratna Dwi Rahmawati, Executive Assistant Manager Hotel Aria Gajayana. Menurut Ratna, untuk kebutuhan utang seperti angsuran kendaraan mencapai 20 persen, serta asuransi dan tabungan anak mencapai 20 persen. ”Anggaran untuk piknik atau rekreasi tetap harus ada, setiap minggu kami harus hangout bareng,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Indra Krisna menyarankan agar rasio pembiayaan perbankan, untuk kredit atau angsuran dalam anggaran keluarga sebisanya hanya sebesar sepertiga dari take home pay atau gaji yang diterimakan. ”Sepertiga lainnya untuk biaya hidup sehari-hari, sepertiga lainnya untuk saving,” kata Indra.

Indra mengimbau agar masyarakat tetap bisa melakukan financial planning dengan lebih bijak. Salah satunya memastikan pos untuk saving atau tabungan. ”Tabungan itu bukan untuk berapa uang tersisa setelah kebutuhan sehari-hari. Namun, memang harus dialokasikan dari awal,” ucap Indra.

Dari 90 persen anggaran yang terserap tadi, Indra menuturkan, 10 persen sisanya bisa dibuat untuk anggaran asuransi atau kebutuhan tidak terduga. ”Kalau di bank ada rencana kerja tahunan, di dalam keluarga pun mutlak harus ada perencanaan keuangan ini,” sebut pria berkacamata itu.

Indra juga mengimbau agar tidak terlalu konsumtif, masyarakat harus melakukan pembelian barang sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai kemauan semata. ”Financial planning ini memang menjadi salah satu yang sedang kita galakkan edukasi lainnya. Agar masyarakat tidak terlalu konsumtif dan tetap mengalokasikan untuk saving, termasuk biaya pendidikan anak,” tandas Indra. (didik harianto/c1/lia)

sumber : http://radarmalang.co.id/jurus-warga-kota-malang-kelola-anggaran-keuangan-keluarga-11098.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *