IQ Anak Bisa Rendah gara-gara Hipotiroid

IQ Anak Bisa Rendah gara-gara Hipotiroid

MALANG KOTA-Penyakit hipotiroid ternyata masih mengintai masyarakat Kota Malang. Dari data Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, sepanjang tahun 2015 hingga Maret 2016, terdapat 326 pasien yang mengidap penyakit ini. Dari data itu, setiap tahun, penderita penyakit ini meningkat sekitar 20 pasien. [spacer height=”20px”]

Penyakit hipotiroid adalah penyakit yang disebabkan produksi hormon tiroid yang kurang aktif. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah lemas dan mudah depresi. Selain itu, karena metabolisme tubuh terhambat, biasanya penderita penyakit ini hanya buang air besar (BAB) seminggu sekali. Kalau parah, sebulan hanya BAB dua kali.[spacer height=”20px”]

Kepala Instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Saiful Anwar dr Haryudi Aji Cahyono SpA(K) mengatakan, pasien hipotiroid kebanyakan berusia anak-anak, yakni antara 6 bulan hingga 12 tahun. ”Sebagian besar anak-anak tersebut memiliki tinggi maksimal 140 cm,” kata dia.[spacer height=”20px”]

Menurut dia, hipoteroid menyerang anak-anak karena penyakit ini disebabkan kelenjar tiroid kurang aktif akibat pembentukannya kurang sempurna sejak lahir. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berada di leher bagian depan. ”Hormon hipotiroid ini berfungsi sebagai hormon pertumbuhan dan pembentukan sel-sel saraf,” bebernya. Sehingga, jika hormon ini tidak tumbuh sempurna, maka mengakibatkan gangguan pertumbuhan tubuh dan saraf.[spacer height=”20px”]

Ironisnya, jika yang diserang saraf pada otak, maka menjadikan anak-anak tumbuh dengan IQ rendah. Namun, Haryudi menjelaskan, penyakit bawaan ini bisa dicegah, yakni pada saat bayi masih berusia emas atau kurang dari tiga minggu. ”Setidaknya harus cepat ditemukan agar bisa dicegah, sehingga anak-anak tersebut bisa tumbuh normal,” tambahnya.[spacer height=”20px”]

Pencegahan itu, menurut dia, bisa dilakukan dengan cara screening terhadap bayi. Idealnya semua bayi lahir harus di-screening ini untuk mendeteksi penyakit apa yang diderita. Dengan adanya alat ini, maka tak menutup kemungkinan bayi akan sembuh dan tumbuh layaknya anak normal.[spacer height=”20px”]

Jika terdeteksi bayi mengidap penyakit ini, maka perlu diobati dan diberikan terapi khusus. Namun, jika tidak terdeteksi dan terlanjur tumbuh melebihi usia emas pengobatan tersebut, maka anak tersebut akan tumbuh dengan IQ rendah. Pencegahan dengan menggunakan screening ini memerlukan biaya sekitar Rp 50 ribu per bayi pada setiap kelahiran. ”Biaya tersebut digunakan untuk membeli kertas yang nantinya digunakan untuk screening di laboratorium,” bebernya.(dia/c1/riq)

sumber : http://radarmalang.co.id/iq-anak-bisa-rendah-gara-gara-hipotiroid-44877.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *