Gunakan Obat secara Bijak

Gunakan Obat secara Bijak

KOTA BATU – Penggunaan obat-obatan harus dilakukan secara bijak oleh pasien. Jika memang sudah kedaluwarsa, maka tidak boleh digunakan. Karena dapat mengancam kesehatan jiwa pasien itu sendiri. Untuk itulah saat ini rumah sakit sedang mencanangkan gerakan keluarga sadar obat.

Program itu disingkat menjadi Da Gu Si Bu yang berarti Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. ”Obat memiliki senyawa kimia yang bisa bekerja sebagai racun jika disalahgunakan,” kata Apoteker Rumah Sakit Baptis Batu Aprilia Kusumaningtyas SFarm Apt, kemarin (7/3).

Tyas-panggilan Aprilia Kusumaningtyas mengatakan, masih banyak masyarakat yang meremehkan hal ini. Karena itu, kegiatan penyuluhan pun sering digelar untuk masyarakat. Upaya itu juga salah satu upaya untuk meminimalkan penyalahgunaan obat oleh masyarakat. ”Saat ini banyak beredar obat yang dijual murah dengan kemasan yang tidak layak,” kata dia.

Untuk itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadainya. Caranya dengan mencermati ada tidaknya petunjuk penggunaan (etiket) dalam kemasan. Untuk mendapatkan obat yang benar, bisa langsung ke toko apotek berizin resmi. ”Ada beberapa jenis tempat farmasi yang resmi seperti apotek, toko obat berizin, rumah sakit, dan puskesmas. Sebisa mungkin dapatkan obat di tempat itu,” kata gadis asal Wonogiri, Jawa Tengah ini.

Selain itu, juga perlu diperhatikan penggolongan obat mulai obat bebas hingga keras serta penandaan yang jelas pada kemasan obat. Seperti nama produsen, komposisi, tata cara penggunaan, nomor registrasi, efek samping, serta batas kedaluwarsa. ”Jangan lupa memeriksa kualitas kemasan masih tersegel dengan baik atau tidak,” pesan dia.

Selanjutnya, pada penggunaan obat secara benar, dengan memperhatikan cara penggunaan obat. Hal itu dimulai dengan memperhatikan tanda peringatan yang terdapat pada bungkus. Seperti obat telan, kumur, oles, maupun yang digunakan melalui anus.

”Jangan sungkan juga untuk bertanya bagaimana cara penggunaan obat kepada petugas kesehatan. Terutama jika ada bahasa yang sulit dimengerti, supaya tidak salah guna,” ujar gadis kelahiran 10 April 1990 ini.

Selain itu, perhatikan juga efek samping yang ditimbulkan obat. Terutama bagi yang memiliki alergi maupun kelainan jantung. Jika muncul gejala khusus seperti pusing maupun perih lambung, segera hubungi petugas kesehatan terdekat.

Usai digunakan, jangan lupa simpan obat dengan benar. Seperti menjauhkan dari jangkauan anak, simpan dalam kemasan asli dengan wadah yang tertutup rapat. Jangan sampai obat tersimpan di mobil, karena memiliki suhu yang tidak stabil. Simpan di tempat yang kering dan sejuk dan terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Terakhir, buang obat dengan benar setelah melewati masa kedaluwarsa atau obatnya rusak. Kerusakan ini bisa disebabkan berbagai hal seperti udara lembab, sinar matahari, suhu, dan goncangan fisik. Tanda-tandanya, bisa dilihat warna, bau, bentuk, dan rasa. Caranya pun bisa dibedakan masing-masing obat. Jika berbentuk kapsul maupun tablet, akan lebih baik dipendam dalam tanah usai dipisahkan dari kemasannya.

Jika dalam bentuk cair, jangan dibuang beserta kemasannya. Keluarkan isinya dengan menuangkan langsung di lahan terbuka. Baru botol maupun kemasannya dibuang di tempat sampah. Atau bisa juga dengan cara membakar kemasan beserta obatnya. ”Intinya upaya ini demi melindungi masyarakat agar obat yang seharusnya mengobati tidak berubah menjadi racun,” tukas Tyas. (ded/c1/yak)

sumber : http://radarmalang.co.id/gunakan-obat-secara-bijak-33611.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *