Fenomena Frost di Gunung Semeru Menghilang

Fenomena Frost di Gunung Semeru Menghilang

Fenomena Frost atau Embun beku yang fenomenal di lereng Gunung Semeru tahun ini tidak terjadi. Nampaknya, hal ini dikarenakan anomali cuaca yang terjadi akibat dampak Lanina dan juga karena perubahan cuaca, Ngalamers.

Padahal, fenomena frost ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Setiap tahun, frost yang ditandai dengan munculnya hamparan bunga es terjadi antara pukul 05.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB setiap harinya di bulan Juli hingga Agustus. Di saat itu, suhu di sepanjang lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa ini membeku serasa es. Hamparan bunga es ini bisa terus terjadi hingga September, namun sudah jauh berkurang.

“Saat bunga es muncul, suhu bisa mencapai minus 8 derajat celcius. Saat itulah bunga es bermunculan di sejumlah titik di lereng Gunung Semeru. Diantaranya di Ranu Regulo, Ranu Pane dan Ranu Kumbolo. Panoramanya hanya putih saja karena vegetasi tanaman tertutup hamparan bunga es seperti salju,” ujar Andi Iskandar, seorang pegiat konservasi di Gunung Semeru.

Andi mengambarkan keindahan frost flowers terjadi karena proses kristalisasi embun yang turun, berubah menjadi bunga es karena dinginnya suhu. Pemandangan ini bisa terpantau sejauh memandang hanya hamparan putih seolah kristal saja yang terlihat dimana-mana. Hal inilah yang menjadi semakin menarik melihat fenomena ini terjadi di hamparan yang sangat luas di kawasan Ranu Regulo, Ranu Pani maupun Ranu Kumbolo, yang seolah berubah menjadi hamparan salju.

Namun, pada tahun ini fenomena frost tidak nampak lagi di wilayah Gunung Semeru. “Tapi tahun ini tidak terjadi. Karena saat ini suhu di lereng Gunung Semeru nggak terlalu dingin berkisar antara 7 sampai 14 derajat Celcius kalau siang. Padahal kalau muncul bunga es atau frost, mulai minus 1 derajat Celcius sudah muncul hingga sampai turun lebih dingin lagi. Namun, sampai sekarang tidak ada frost,” katanya.

Andi Iskandar mengatakan, Namun, dampak fenomena frost yang oleh warga Ranupani dijuluki embun upas ini, menyebabkan vegetasi tanaman menjadi mengering lalu mati. Kondisi inilah yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan, karena vegetasi tanaman di hutan dan hamparan lereng Semeru jadi mengering. Sehingga rawan terbakar jika tersulut api sekecil apapun, Ngalamers.

Sumber : Suarasurabaya

sumber : http://halomalang.com/news/fenomena-frost-di-gunung-semeru-menghilang

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *