Fang Sheng, Antara Tradisi dan Konservasi

Fang Sheng, Antara Tradisi dan Konservasi

Fang Sheng merupakan tradisi melepaskan binatang, seperti burung, kura-kura, dan ikan ke alam bebas. Tradisi fang sheng biasanya dilakukan pada tahun baru Imlek, pada hari Cheng Beng/Qing Ming atau ziarah kubur, dan Cut Gwee Puan atau bulan hantu berkeliaran.

Tujuan tradisi ini adalah mengharapkan anugerah besar dengan cara melepaskan binatang yang dikurung agar kembali hidup di alam bebas. Dasar dari tradisi ini sebenarnya adalah kasih sayang terhadap semua makhluk.

kompas com

Fang sheng merupakan tradisi yang sangat tua. Tradisi melepaskan binatang ini sudah dikenal di Tiongkok lebih 2300 tahun yang lampau.

Meskipun dasar dan tujuan fang sheng sangat mulia, namun dalam pelaksanaannya tradisi ini menuai kritik. Sebab untuk melakukan fang seng, seseorang biasanya membeli binatang dengan harga mahal. Cara tersebut dinilai justru mendorong orang lain untuk menangkap binatang di alam bebas untuk dijual di klenteng-klenteng.

Tetapi sekarang sudah banyak orang Tionghoa melakukan tradisi fang sheng dengan cara yang lebih lestari. Mereka menabur bibit ikan ke sungai dan perairan sehingga persediaan ikan di alam tak pernah habis. Dengan cara itu mereka telah melakukan dua aksi, yaitu melestarikan tradisi sekaligus melakukan konservasi.

Sumber foto: kompas.com, tionghoa.info

sumber: http://kidnesia.com/Boleh-Tahu/Serba-Serbi/Fang-Sheng-Antara-Tradisi-Dan-Konservasi

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *