DPRD Kota Malang Tak Sepakat Perombakan Stadion Gajayana

DPRD Kota Malang Tak Sepakat Perombakan Stadion Gajayana

Komisi D DPRD Kota Malang tak sepakat apabila Pemerintah Kota Malang berencana menggaet investor untuk perombakan Stadion Gajayana. Pasalnya, perombakan itu akan mengurangi secara signifikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dewan setuju jika rencana itu dialihkan ke daerah lapang lain.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Hadi Susanto mengatakan, wacana pemkot menggaet investor untuk merombak stadion belum pernah disampaikan secara langsung oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang kepada Komisi D. Namun, wacana tersebut sudah terdengar oleh umum.

“RTH berkurang kalau dirombak total. Saya kira di stadion itu lahannya kurang memadahi. Lahan parkir juga akan berkurang kalau stadion itu ingin bertaraf internasional. Kalau ada lahan lain, silakan. Mau mewacanakan program-program, baik-baik saja. Tetapi harus ada lahan (lain) yang disiapkan,” kata dia, Jumat (17/2/2017).

Terlebih lagi, dewan baru saja menyetujui kucuran dana lebih dari Rp 5 miliar untuk pembenahan stadion tersebut. Jika pada akhirnya dirobak total, dana tersebut kemungkinan akan terbuang sia-sia. Berdasarkan catatan Komisi D, dana itu antara lain dipakai untuk pengadaan papan skor digital Rp 1,7 miliar dan untuk pembongkaran pagar kawat Rp 200 juta.

“Pemkot ingin membongkar itu buat persiapan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia),” ujarnya.

Wali Kota Malang M Anton, saat dikonfirmasi soal wacana tersebut, mengakui adanya rencana itu. Namun, ia paham rencana akan terhambat RTH yang berada di sekitar sana. Menurut dia, sudah ada investor yang berencana merombak stadion itu dan menjadikannya sebagai pusat olahraga.

“Jadi satu kesatuan. Ini yang membutuhkan pemikiran kami, bisa tidak beberapa sarana olahraga yang sekarang di luar dijadikan satu didalam. Tapi ini bertentangan dengan RTH. Kalau masyarakat setuju, saya persilahkan (investor),” ujarnya, Jumat.

Rencana perombakan itu muncul mengingat sejarah Stadion Gajayana yang menurut Anton termasuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Indikasinya, kata dia, Kota Malang banyak menelurkan pemain sepak bola bertaraf nasional.

sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/2017/02/17/dprd-kota-malang-tak-sepakat-perombakan-stadion-gajayana

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *