Dilema Rokok di Kota Malang

Dilema Rokok di Kota Malang

Pohon besar tumbuh menjulang mengelilingi area bermain di Taman Trunojoyo Kota Malang, Jawa Timur. Papan bertuliskan larangan merokok terpampang jelas di salah satu sudut taman. Namun, sebuah prasasti bertuliskan nama sebuah perusahaan rokok juga tegak berdiri.

Prasasti itu adalah penanda, bahwa taman direvitalisasi pada 2014 silam oleh perusahaan rokok itu melalui program corporate social responbility (CSR). Salah satu raksasa industri rokok nasional ini juga mendanai revitalisasi Taman Kunang – Kunang di Jalan Jakarta, Kota Malang.

Ibarat dua sisi mata uang, Kota Malang memugar taman kota lewat CSR perusahaan rokok. Namun, diharamkan bagi siapapun merokok di dalam taman. Pemerintah Kota Malang juga melarang ada segala sesuatu berkaitan dengan rokok di dalam taman.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, di seluruh taman kota dilarang ada beragam iklan atau promosi produk dan segala aktivitas yang berhubungan dengan rokok meski revitalisasi dibiayai oleh perusahaan rokok.

“Perusahaan rokok memakai taman itu untuk menyalurkan CSR, tapi tetap tak boleh ada apapun yang berkaitan dengan rokok. Perusahaan tetap harus mematuhi aturan,” kata Sutiaji, Kamis (2/2/2017)

Pemkot Malang saat ini juga tengah menggodok rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang Kawasan Bebas Rokok (KTR). Seluruh taman kota dimasukkan sebagai KTR dalam ranperda yang kini masih dibahas DPRD Kota Malang. Ranperda diperkirakan disahkan tahun ini.

Di dalam ranperda itu ada tujuh zonasi yang bakal ditetapkan sebagai kawasan bebas asap rokok. Zona itu antara lain tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, angkutan umum, tempat bermain anak dan tempat ibadah. Dua zona lagi yaitu tempat kerja dan tempat umum.

Di dua zona terakhir itu masih diperkenankan menyediakan area khusus merokok, tapi tetap akan diatur tersendiri melalui peraturan wali kota setelah Ranperda KTR disahkan. Ranperda ini melindungi para perokok pasif dari paparan asap rokok secara langsung.

“Fokus kami pada pelayan publik, apalagi Kota Malang ini kota layak anak. Makanya harus ada kawasan tanpa rokok,” kata Sutiaji.

sumber : http://regional.liputan6.com/read/2845156/dilema-rokok-di-kota-malang

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *