Diklat Simulai Aplikasi E-SPT di Batu

Diklat Simulai Aplikasi E-SPT di Batu

BATU – Diklat Pajak Pendidikan digelar Lembaga Pendidik Pengkaji Pajak STAN Jakarta di Balai Kota Among Tani. Diklat mengusung tema Simulasi Aplikasi E-SPT  terbaru ini diikuti 100 peserta, dari lembaga pendidikan mulai SD-SMA/SMK sederajat. Diklat ini digelar untuk memberikan pengertian terkait pengisian dan penghitungan PPh pasal 21, 22 dan 23 Undang-Undang No 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang No 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan.

“Diklat ini khusus tentang pajak yang ada dilingkup lembaga pendidikan. Dimana item apa saja, yang dapat dikenakan pajak atau yang tidak dikenakan pajak,’’ kata Hadi Santoso salah satu panitia Diklat Pajak Pendidikan. Pria ini memang tidak merinci item apa saja yang dikenakan pajak atau yang tidak dikenakan pajak. Tapi yang jelas, seluruh transaksi pengadaan barang dan jasa di sekolah harus dilakukan penghitungan secara rinci. Dari penghitungan itulah, nanti diketahui apakah item tersebut dapat dikenakan pajak atau tidak.

“Diklat ini diberikan karena ada PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) terbaru,’’ kata Hadi. Dia menyebutkan, jika PTKP terbaru sesuai dengan peraturan tahun ini adalah Rp 63.600.000. Sedangkan PTKP lama adalah Rp 54 juta. “Adanya PTKP baru inilah kemudian kegiatan ini diselenggarakan. Tujuannya, peserta yang ikut tidak keliru dalam melakukan penghitungan maupun penghitungan SPT. Terlebih saat ini juga ada aplikasi E-SPT,’’ tambahnya.
Hadi juga mengatakan, diklat yang menghadirkan dosen STAN, Agus Setiawan merupakan gelombang ke-3. Sebelumnya, LP3 STAN menggelar diklat di Kota Malang.  Rencananya, diklat ini juga akan digelar di wilayah Kabupaten Malang.
Selama diklat, peserta tidak hanya mendapatkan materi atau modul tentang perpajakan. Namun peserta juga bebas melakukan tanya jawab. Diklat yang digelar mulai pukul 08.00 ini disambut antusias peserta. Mereka yang ikut sebagai perwakilan sekolah ini tidak mau main-main tentang materi diklat. Sehingga mereka yang tidak paham akan materi dikilat pun langsung bertanya kepada nara sumber.
“Disini tata cara penghitungan dan pengisian diajarkan. Sehingga saat peserta akan membuat laporan SPT mereka tidak bingung lagi,’’ ujarnya.
Selain mendapatkan modul, peserta juga mendapatkan sertifikat. Dia berharap modul yang diberikan dapat dipelajari peserta sehingga mereka tidak bingung lagi dalam mengisi SPT.(ira/feb)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *