Delapan Orang Ini Harus Waspadai Glaukoma

Delapan Orang Ini Harus Waspadai Glaukoma

Malang Kota – Sebagai penyebab kedua kebutaan setelah katarak, glaukoma harus diwaspadai. Sejak Sabtu (12/3) hingga hari ini, seluruh dunia memeringati International Glaukoma Week.
Meski semua orang berpotensi menderita penyakit yang disebut pencuri penglihatan ini, ada delapan kategori yang faktor resikonya lebih tinggi.
Yakni orang-orang berusia di atas 40 tahun; memiliki riwayat glaukoma di dalam keluarga; miopi atau rabun jauh (mata minus); penderita diabetes; migrain; kecelakaan; dan juga pengguna obat-obatan steroid dalam jangka waktu lama.
“Gejala yang biasa dialami bagi penderita ini biasanya pandangan kabur secara perlahan-lahan, nyeri kepala mual disertai muntah, dan mata merah yang terjadi pada glukoma akut,” ungkap dr Nina Handayani SpM, dokter spesialis mata Malang Eye Center.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2002, glaukoma merupakan penyebab kebutaan paling banyak kedua setelah katarak dengan prevalensi sekitar 4,4 juta (atau sekitar 12,3 persen dari jumlah kebutaan di dunia). Pada tahun 2020 jumlah kebutaan akibat glaukoma diperkirakan meningkat menjadi 11,4 juta. Prevalensi glaukoma diperkirakan juga meningkat, dari 60,5 juta (2010) menjadi 79,6 juta (2020). Di sisi lain, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi glaukoma di Indonesia adalah 4,6 persen. Artinya dari 100 orang, empat atau lima orang penderita glaukoma mengalami kebutaan.(lil/nen)

 sumber : http://radarmalang.co.id/delapan-orang-ini-harus-waspadai-glaukoma-34770.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *