Dagingnya Berasal dari Sapi Baru Disembelih

Dagingnya Berasal dari Sapi Baru Disembelih

Kunci kelezatan bakso racikan Efie Udhan di Bakso DnD ini adalah racikan bumbu yang masih konsisten juga bahan dan kualitas yang digunakan. Untuk menjaga ini, Efie menjelaskan, setiap hari dia selalu terlibat dalam proses pembuatan bakso.

”Saya dibantu empat karyawan untuk memasak bakso setiap harinya. Walau sudah dibantu, namun tetap saja saya harus terlibat langsung dalam proses pembuatan,” terang bapak enam anak ini.

Dia menjelaskan, selalu melibatkan diri dalam setiap proses pembuatan bukan berarti tidak mempercayai para pegawainya. Namun, karena ingin tetap menjaga mutu. Sebab, pemegang kunci racikan bumbu hanya dia. ”Istri dan anak saya saja tidak tahu. Bukan karena saya pelit, namun ingin menjaga orisinalitas dari racikan,” bebernya.

Setiap hari dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Yakni sejak pukul 08.00 hingga 10.00 untuk memproses baksonya. ”Cepat kok proses pembuatannya, karena hanya merebus dan membuat pangsit isi, siomay, dan aneka itemnya itu,” terang dia.

Mengenai bahan, dia memilih daging yang berkualitas dan juga masih ’hangat’. Artinya, ketika daging sapi pesanannya datang dari supplier, dalam kondisi baru disembelih. Suhunya masih hangat dengan warna yang masih segar dan tekstur yang bagus. ”Kalau daging yang sudah dingin, itu artinya sudah lama menyembelihnya. Jadi, sudah tidak segar lagi,” terangnya.

Menurut dia, daging yang tidak segar atau sudah lama disembelih, akan mempengaruhi rasa dan tekstur dari hasil olahan. Dia mencontohkan, untuk teksturnya menjadi lebih lembek dan mudah hancur. Berbeda dengan bakso dari daging sapi segar yang masih hangat ketika diolah. Teksturnya lebih padat dan lebih kenyal. ”Ditekan dengan sendok saja sudah hancur jika dagingnya tidak bagus. Kalau bakso dari daging dengan kualitas yang bagus itu kenyal walaupun tidak diberi obat (borax),” terangnya.

Karena kualitas daging ini, dia bahkan sampai pernah berpindah supplier daging hingga tiga kali. Sebab, kualitas daging dari langganannya tidak bagus. Karena, menyembelihnya sekitar pukul 00.00 dini hari. Dia mengolahnya sekitar pukul 06.00 atau pukul 07.00. ”Kalau saya olah Subuh, tidak apa-apa disembelih jam segitu. Kalau jam olah saya sudah lewat Subuh, ya paling bagus sembelihnya pukul 03.00 atau pukul 04.00. Kualitas jelek itu tahu ketika proses pengadonan,” ujarnya.

Dalam menggiling juga dia lakukan sendiri dibantu dengan karyawannya. Tidak digilingkan di penggilingan daging yang banyak ditemui di pasar-pasar. Alasannya, karena takut dagingnya tercampur dengan daging yang bukan sapi. ”Kalau digiling sendiri, saya yakin dagingnya 100 pesen sapi,” tandas dia. (ika/c1/lia)

 sumber : http://radarmalang.co.id/dagingnya-berasal-dari-sapi-baru-disembelih-25236.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *