Cantik dan Modis, Tren Mama Antarkan Anak Sekolah

Cantik dan Modis, Tren Mama Antarkan Anak Sekolah

Bentuk Geng Belanja Hingga Ngerumpi soal Bodi

Di era sekarang, mama-mama yang mengantar anaknya ke sekolah tak hanya sekadar mengantar, menunggu, dan pulang begitu bel berdering. Kini ada tren, mama pengantar anak membentuk ’geng-geng’ kecil. Seperti apa ceritanya?

Mengantarkan anak pada zaman sekarang bukan lagi momen membosankan. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan mama-mama para pengantar anak. Saat mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, para mama-mama ini juga berlomba-lomba untuk tampil cantik. Baju bagus, make-up cantik, serta gaya memikat harus mereka tampilkan ketika mengantarkan anaknya.

Kehidupan harian Intan Allice sebagai ibu dua anak dimulai sejak pukul 05.00 pagi. Dia harus bangun dan menyiapkan peralatan sekolah bagi anaknya. Selain itu, Intan juga harus menyiapkan makanan sebagai sarapan pagi anak-anaknya dan bekal yang akan dibawa si buah hati ke sekolah.

PENUH GAYA: Jenuh menunggui anaknya, wali murid TK Hidayatul Muktadiin narsis di depan sekolah

PENUH GAYA: Jenuh menunggui anaknya, wali murid TK Hidayatul Muktadiin narsis di depan sekolah

Perempuan yang menjabat sebagai Assistant Director of Sales Hotel Ibis Styles Malang tersebut menerangkan, kewajiban mengantar anaknya hanya dilakukan kepada si kecil yang duduk di bangku SD. Sementara anak pertamanya sudah duduk di kelas 1 SMA. Saat ini si kecil, Farrel Adrian masih bersekolah di SDK Mardi Wiyata.

Nah, karena momen seringnya berkumpul dengan ibu-ibu lainnya sesama pengantar sekolah, kata Intan, akhirnya membentuk sebuah komunitas tersendiri. Mereka kenal saat sama-sama menjadi wali murid di sekolah yang sama. ”Akhirnya karena seringnya ngobrol, kami membentuk ‘geng’. Namanya Geng Blanjong,” kata Intan saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Malang, belum lama ini.

Blanjong sendiri adalah plesetan dari kata belanja. Lebih lanjut, perempuan asal Bandung tersebut menjelaskan, ibu-ibu yang tergabung dalam geng tersebut selalu ada bahan untuk diperbincangkan. ”Wah, ya rumpik sekali. Kita bisa ngomong tentang makanan, saling jualan, ngobrol tentang anak-anaknya, hingga janjian hangout bareng kemana gitu,” lanjutnya.

Apa bahan paling menarik? ”Tentang body,” sahut Intan. Di usia-usia matang, perempuan memang sangat sensitif jika berbincang tentang bentuk tubuh. Di sisi lain, mereka harus tetap menjaga bentuk tubuh karena ingin terlihat seksi di depan suami. Di satu sisi, mereka tak memungkiri, godaan melar setelah melahirkan tak bisa disembunyikan dengan mudah.

”Apapaun lah dibicarakan di kami. Mulai tato alis, perawatan bibir, rambut, muka dan sebagainya. Eh pakai produk apa nih kok bagus, eh pake merk apa nih. Bahkan, kami juga pernah membahas tentang senam-senam yang kami lakukan,” sambung perempuan dengan highlight rambut berwarna merah itu.

Lebih lanjut, Intan menuturkan, saat ini, saat anaknya sudah memasuki kelas 3 SDK, kewajiban mengantar anak dioper kepada suaminya. Sebab, tanggung jawabnya di Ibis Styles Hotel makin besar dan waktu suaminya yang berwirausaha lebih besar. ”Sebagai ibu, saya tetap menemani mereka mengerjakan PR saat malam hari,” sambung dia.

Lain Intan, lain pula Vonny. Meski anaknya sudah duduk di jenjang SMP, perempuan yang juga marketing communication Cyber Mall (eks Plasa Dieng) tersebut tetap berkewajiban mengantar anak semata wayangnya, Erald. ”Ini bentuk quality time saya kepada anak. Apalagi saat seharian saya harus bekerja,” kata Vonny. Selain itu, Vonny juga bertanggung jawab penuh terhadap bekal makanan yang akan dibawa Erald ke sekolah. (didik harianto/c1/fir)

sumber : http://radarmalang.co.id/cantik-dan-modis-tren-mama-antarkan-anak-sekolah-12005.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *