Bingung Cara Hadapi Serangan Ransomware? Ini Tips dari Microsoft

Bingung Cara Hadapi Serangan Ransomware? Ini Tips dari Microsoft

Bingung Cara Hadapi Serangan Ransomware? Ini Tips dari Microsoft – Fenomena yang terjadi pada pertama tahun ini, ada dua gelombang serangan ransoware, yakni wannaCry dan Petya yang memanfaatkan kerentanan pada sistem oprasi Windows usang di seluruh dunia. Cara kerja Malware ini dengan menonaktifkan ribuan perangkat , yaitu dengan membatasi akses data komputer secara tidak sah melalui sebuah enkripsi.

 

Pada prakteknya  kedua malware ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari individu, namun juga banyak merugikan aktifitas beberapa perusahaan dan menjadi kepanikan tersendiri bagi masyarakat di dunia.

Adapu sebagian besar serangan yang terjadi berkonsentrasi secara tidak proporsional di Eropa, Namun Bberapa negara Asia Pasifik belum terkena dampak yang begitu parah. Negara Asia yang terparah terkena Ransomware adalah Negeris Ginseng Korea, Negri ini menjadi wilayah ter[parah kedua yang terkena virus malware tersebut.

Penyerang mengevaluasi beberapa faktor saat menentukan wilayah mana yang harus ditargetkan, seperti GDP suatu negara, usia rata-rata pengguna komputer dan metode pembayaran yang tersedia. Dalam faktor bahasa juga dapat menjadi faktor yang mendukung serangan Malware tersebut. serangan ini sering kali bergantung pada kemampuan penyerang dalam melakukan aksi personalisasi langsung pada pesan. Hal itu untuk meyakinkan pengguna untuk segera  mengaktifkan data berbahaya tersebut.

Dlam perkembangannya dengan meningkatnya migrasi awan, disanalah pusat data utama tersimpan bagi sebagian besar organisasi. Bagian ini menjadi tempat yang empuk pagi penyerang untuk melancarkan aksinya dalam dunia maya tersebut.

Sebagian besar serangan terhadap akun konsumen dan perusahaan yang dikelola pada komputasi awan ini diakibatkan oleh kata kunci (password) yang lemah dan dapat ditebak serta pengelolaan kata sandi yang buruk,” jelas Associate General Counsel, Microsoft Asia Pasifik, Jepang & Australia Antony Cook dalam keterangan tertulis, Jumat (8/9).

Kemuadian diikuti dengan serangan phishing yang ditargetkan dan pelanggaran layanan pihak ketiga.

Seiring dengan frekuensi dan kecanggihan serangan terhadap akun pengguna pada komputasi awan yang meningkat, kebutuhan untuk pengamanan data melampaui kata sandi untuk otentikasi sangatlah diperlukan,” kata Antony.

Saran dari antony adalah , semua perusahaan perlu memastikan bahwa mereka memiliki rancangan keamanan siber yang solid, bersih dan kuat agar memiliki tameng tersendiri bagi komputernya. Sehingga hal itu akan melindungi lingkungan digital mereka dengan lebih baik, serta mendeteksi ancaman dan merespon serangan yang datang secara tiba – tiba .

Microsoft sendiri akhirnya memberikan empat langkah terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh individu dan organisasi untuk meminimalisir risiko siber jahat :

1. Wi-Fi

Untuk menangkalnya Jangan bekerja di hotspot Wi-Fi umum tempat penyerang dapat “mengintip” komunikasi digital, menangkap detil login dan kata sandi, serta mengakses data pribadi.

2. Update

Dalam melakukan pembaharuan sistem operasi dan program perangkat lunak lainnya harus dilakukan secara teratur untuk memastikan patch terbaru telah diinstal. Hal ini dapat mengurangi risiko eksploitasi kerentanan.

3. Password

Tujuannya untuk mengurangi risiko kompromi kredensial dengan mendidik pengguna tentang mengapa mereka harus menghindari kata kunci (password) sederhana dan menerapkan metode otentikasi multi faktor, seperti satu dari Azure Multi-Factor Authentication (MFA).

4. Otomatisasi

Pada mode tertentu terapkan sistem kebijakan keamanan yang mengontrol akses kepada data sensitif dan membatasi akses jaringan perusahaan ke pengguna, lokasi, perangkat, dan sistem operasi yang sesuai.

Inilah kebijakan yang dapat secara otomatis memblokir pengguna tanpa otorisasi yang tepat atau menawarkan saran yang mencakup pengaturan ulang kata sandi dan penegakan autentikasi multi-faktor. Semoga bermanfaat dan dapat mengatasi serangan ransofwar. Trima kasih.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *