Bakso DnD, Resepnya Warisan Keluarga

Bakso DnD, Resepnya Warisan Keluarga

Modifikasi Resep Warisan Ibu

 Kota Malang memang pusatnya bakso nikmat. Salah satunya adalah Bakso DnD yang berlokasi di Jl Yulius Usman, kawasan Sawahan, Kota Malang. Kuliner ini sudah eksis sejak tahun 1995. Resepnya lebih legendaris lagi karena merupakan resep warisan sejak 1988.

 

Bakso DnD sudah eksis sejak tahun 1995. Usia warung bakso ini sudah hampir 20 tahun. Dari awal berdiri hingga sekarang, dikelola sendiri oleh sang pemilik yakni Efie Udhan, 49. Sebelum berjualan bakso, sekitar tahun 1990-an Efie berjualan rujak, hingga kini rujaknya juga masih eksis di kawasan Nusabarong, Kota Malang. Kini rujaknya dikelola oleh kakaknya, Muhammad Gojik. ”Memang saya suka memasak dari dulu. Jadi, sejak kuliah saya jualan rujak,” ujar dia.

Karena disibukkan dengan kuliah di Unmer, sementara sejak 1993 hingga 1994 dia melepaskan usaha kuliner rujaknya. Setelah lulus kuliah pun ternyata tidak membuat dia kembali bergelut di dunia kuliner. Tapi, dia banting setir menjadi karyawan di sebuah bank swasta. ”Saya tidak lama kerja di bank swasta. Karena kurang cocok, akhirnya saya kembali berdagang,” jelas dia.

Setelah meninggalkan usaha rujak, kemudian dia mulai menekuni bisnis bakso. Bisnis baksonya ini diawali dengan coba-coba resep turunan dari almarhum ibunya, Mudawamah yang hobi memasak dan kerap membuat bakso sendiri. Resep ini dia dapatkan sekitar tahun 1988, tapi tidak langsung digunakan untuk berdagang. ”Nah, ketika saya memutuskan untuk berdagang bakso, saya punya andalan menggunakan resep warisan dari ibu saya,” jelas dia.

Dia menjelaskan, resep bakso yang dipakai saat ini bukan resep murni dari ibunya. Resep dari sang ibunda, dia kembangkan dengan mengubah beberapa komposisi bumbunya. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan racikan bumbu yang pas. Untuk proses menemukan racikan yang pas yang dia gunakan hingga kini, sarjana hukum ini membutuhkan waktu observasi. ”Sekitar tiga hingga empat bulan waktu saya untuk menemukan resep yang pas,” terangnya.

Menurut dia, dalam menemukan resepnya ini, juga tidak lepas dari peran para pelanggannya. Para pelanggannya kerap memberikan masukan bagi rasa dari bakso racikannya. ”Saya juga selalu terbuka menerima kritik dari para pelanggan. Akhirnya nemu juga komposisi yang pas. Tidak pernah berubah lagi sejak 1990,” tandas dia. (dian ayu antika hapsari/c1/lia)

sumber : http://radarmalang.co.id/bakso-dnd-resepnya-warisan-keluarga-25233.htm

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *