Bahan Pengawet dari Ampas Tebu Karya Mahasiswa UB

Bahan Pengawet dari Ampas Tebu Karya Mahasiswa UB

Pengawet makanan berbahan ampas tebu karya mahasiswa Universitas Brawijaya mampu menghambat pembusukan buah hingga 75 hari lamanya. Pengawet yang diberi nama Bagasse Edible Coating ini hasil karya Rhezaldian Eka Darmawan dan Surya Diki Andrianto meraih runner up di ajang The 7th International Engineering Invention & Innovation Exhibition 2016 (i-ENVEX 2016), Ngalamers.

“Sifatnya melapisi buah supaya tidak terjadi oksidasi dan produk yang dilapisi lebih tahan lama,” kata Rhezaldian.

Produk tersebut telah diujicobakan pada buah apel. Apel utuh dengan kulit yang dilapisi bahan tersebut dapat bertahan hingga 75 hari, sementara bila dikupas bisa bertahan sampai 5 hari. “Bahan ini aman karena terbuat dari bahan food grade. Jadi langsung bisa dimakan dan tidak perlu dicuci,” katanya.

Rheza mengaku, ide penemuan tersebut terinspirasi dari proses pengiriman buah baik dalam negeri maupun ekspor. Banyak buah yang busuk dan kering karena proses pengirimannya yang memakan waktu lama. Akibatnya para petani lokal banyak yang mengalami kerugian. “Petani rugi di segi transportasi yang memakan waktu lama sehingga banyak buah busuk dan layu. Akhirnya ketika sampai di konsumen, produk kita kalah dengan buah impor,” katanya.

Saat ini beberapa buah impor kulitnya dilapisi oleh wax atau lilin yang bertujuan menghambat proses pembusukan. Kata Rheza, zat ini berbahaya sehingga harus melalui proses pencucian yang benar-benar bersih sebelum dimakan.

Selain pada buah, kata Rheza, karyanya itu dapat diaplikasikan pada sayuran dan daging. Produk tersebut juga merupakan pengembangan dari produk pengawet serupa yang telah dikembangkan sebelumnya melalui buah dari bahan susu sisa dan polisakarida, Ngalamers.

Sumber : hetanews

sumber : http://halomalang.com/news/bahan-pengawet-dari-ampas-tebu-karya-mahasiswa-ub

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *