Awas Ledakan Inflasi Januari

Awas Ledakan Inflasi Januari

Meroketnya harga cabai, bahkan sampai berada di atas Rp 100 ribu per kilogram, seakan menyalakan alarm tanda bahaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sebab, dampak dari melonjaknya harga cabai itu, inflasi tinggi mungkin bakal terjadi pada Januari ini.

 

Seperti diketahui, inflasi selalu terjadi dalam dua bulan sebelumnya. Yakni November dan Desember 2016. Inflasi November tercatat sebesar 0,45 persen, sementara Desember 0,58 persen.

Ada kesamaan dari inflasi selama November dan Desember. Yakni sama-sama dipicu oleh naiknya harga komoditas. Termasuk cabai, khususnya cabai rawit.

Ketua TPID Kota Malang Rinawati menyatakan, cabai sebenarnya tidak termasuk dalam daftar barang kebutuhan pokok. Tapi, ketika harganya naik maupun turun, pengaruhnya cukup besar. ”Kenaikannya cukup signifikan. Apalagi banyak orang yang mengonsumsi cabai,” kata Rinawati kepada Radar Malang, kemarin (23/1).

Rinawati menyatakan, cuaca yang tak menentu menjadi salah satu pemicu mengapa harga cabai mengalami kenaikan.  ”Curah hujan yang tinggi, membuat hasil produksi kurang bagus. Tapi permintaannya makin banyak, akhirnya harga cabai pun meroket,” terangnya.

Dia pun tak menampik bahwa sangat mungkin Kota Malang kembali mengalami inflasi pada Januari ini. Meski data pastinya nanti baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang di awal Februari mendatang.

Apalagi, selama beberapa tahun terakhir ini, inflasi pada Januari ini tidak bisa dihindari. Januari 2016 lalu, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,58 persen.

Sebelumnya, pada Januari 2015, Kota Malang memang mengalami inflasi. Tapi angkanya hanya 0,04 persen. Itulah yang coba diupayakan TPID.

Rina menyatakan, pihaknya mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah untuk menanam komoditas pertanian. Cabai misalnya, menjadi salah satu komoditas yang sebenarnya mudah untuk dibudidayakan di pekarangan.  ”Mungkin menanam satu pohon cabai untuk satu keluarga, saya kira itu sudah cukup (membantu) ya,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika tidak mempunyai cukup lahan, masyarakat bisa menanam melalui media polybag. ”Ya, kami mendorong dengan segala upaya agar istilahnya masyarakat bisa mengerem konsumsi cabai,” kata dia.

Lebih lanjut, Rina menyatakan, pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus ikut berupaya. ”Harus berpartisipasi untuk menjaga laju inflasi,” terangnya. Dengan begitu, diharapkan besaran inflasi pada Januari ini tidak lebih tinggi dari bulan sebelumnya. (fis/c2/muf)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *