Apresiasi Penulis Lokal di Pesta Malang Sejuta Buku 2016

Apresiasi Penulis Lokal di Pesta Malang Sejuta Buku 2016

Selain berwisata, event Pesta Malang Sejuta Buku (29 Desember 2016 – 04 Januari 2017) di Taman Krida Budaya bisa menjadi alternatif kegiatan, mengisi waktu liburan Ngalamers, khususnya pelajar dan mahasiswa.

Ada puluhan penerbit nasional, indie, toko buku hadir membawa ribuan judul dan ragam jenis buku. Acara ini juga melibatkan Komunitas Literasi Malang sebagai motor lokal.

“Malang sudah dua tahun off. Secara nasional temen-temen buku itu kan turun. Dulu Malang cukup bagus, tapi sekarang seringnya hanya bazar, bukan pameran. Dan hanya dari penerbit tertentu saja. Orang tidak tahu, bahwa perkembangan literasi di Malang sekarang cukup bagus,” ujar Hinu OS dari Three GP_roduction, penyelenggara Pesta Malang Sejuta Buku kepada halomalang, Rabu (28/12/2016). “Dan ini 30 persennya indie,”

 

Tidak mengutamakan murahnya. “Tapi di sini lengkap,” kata Hinu OS. Rabu, 28/12/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Menurut Hinu, inilah saat yang tepat bagi pihaknya menggelar pameran berskala nasional di Malang. Momen ini juga mengakomodir banyaknya penulis lokal berbakat untuk membedah karyanya, atau memperkenalkan kepada masyarakat.

“Temanya ‘Ketemu Buku’. Banyak buku yang anda tidak tahu. Spiritnya memberi knowledge bahwa perkembangan buku sudah berbeda. Masyarakat mungkin sudah tertidur, kemarin hanya melihat buku-buku yang murah saja. Kita ingin menanamkan, buku itu tidak murah. Ada banyak nilai intelektualnya,” imbuh Hinu yang miris dengan fenomena obral buku murah (tanpa batas waktu) di sosmed.

“Beberapa diobral 5000 an tanpa batas waktu. Miris bagi penulis. Misalkan bukuku baru enam bulan di pasar, tapi sudah diobral murah. Padahal proses berkaryanya cukup lama. Mari hargai buku dengan layak,”

Selama tujuh hari, Ketemu Buku menghadirkan sesi apresiasi literasi berupa bincang buku bersama penulisnya, pertunjukan musik, pemutaran film, puisi, hingga workshop penulisan.

 

Instalasi ‘Matikan TV mu’ hiasi samping pintu masuk pameran. Rabu, 28/12/2016. (Foto: W.Arief/Halomalang)

“Ada 16 penulis Malang, kecuali mbak Merlyn Sopjan yang sudah nasional. Saya ingin mengangkat penulis lokal yang notabene mereka sudah bikin 1 atau 2 buku tapi nggak pernah bedah buku. Selama ini event-event bookfair masih didominasi penulis yang sudah terkenal,” kata Eko Cahyono, pegiat literasi Malang yang dikenal melalui Perpustakaan Anak Bangsa-nya di Jabung.

Antusiasme para penulis Malang ini sangat besar, lanjut Eko, bahkan ada 6 penulis lagi yang ingin membedah karyanya di event ini Ngalamers. Namun karena jadwal sudah padat, terpaksa mereka tidak mendapatkan tempat.

 

“Rencananya mulai Januari 2017 nanti saya pengen mengadakan bedah buku marathon di salah satu toko buku di Kota Malang. Siapa saja komunitas di Malang Raya yang ingin berkegiatan, tempatnya di situ gratis,”

Pesta Malang Sejuta Buku 2016 di Taman Krida Budaya, dibuka gratis bagi pengunjung. Mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB.

[WA]

sumber : http://halomalang.com/news/apresiasi-penulis-lokal-di-pesta-malang-sejuta-buku-2016

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *