Tertangkap Buang Sampah, Warga Pilih Denda Daripada Hukuman Sepekan

Tertangkap Buang Sampah, Warga Pilih Denda Daripada Hukuman Sepekan

Ngalamers, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, 30 dari total warga yang tertangkap membuang sampah sudah menjalani sidang tindak pidana ringan di Mako Satpol PP Kota Malang dan lebih memilih membayar denda daripada menjalani hukuman. “Seluruhnya memilih membayar denda paling besar Rp100.000 ketimbang hukuman kurungan maksimal sepekan,” paparnya.

Masalah buang sampah sembarangan di Kota Malang memang perlu mendapat perhatian serius. Jumlah pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kota Malang tetap tinggi meskipun aturan penegakan pembuangan sampah sudah efektif sejak awal Maret 2016 lalu.

DKP menyiagakan anggota di beberapa titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah para warga, d iantaraya di wilayah sungai dan taman-taman kota di Malang. “Jenis sampahnya berbeda-beda. Kalau yang di sungai sebagian besar sampah jenis rumah tangga,” kata Erik.

Lebih lanjut Erik menjelaskan, besaran dana uang yang harus dibayar tiap pelaku berbeda-beda, tergantung vonis hakim. Aturan penegakan ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah.

Perlu diketahui, untuk penegakkan hukum kasus penertiban larangan membuang sampah sembarangan ini, DKP Kota Malang bekerja sama dengan institusi lain yakni pengadilan, kejaksaan, kepolisian, dan  satpol PP, Ngalamers.

Sumber : kriminalitas

 sumber : http://halomalang.com/news/buang-sampah-sembarangan-warga-pilih-denda-daripada-hukuman-sepekan

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *