ABG ’Raksasa’ dari Pujon itu Akhirnya Bisa Membaca Kembali

ABG ’Raksasa’ dari Pujon itu Akhirnya Bisa Membaca Kembali

Setahun Dirawat di Australia, Habis Dana Sekitar Rp 1 Miliar

MALANG KOTA – Tiga tahun lalu, nama Dadang Kurniawan, warga Desa Madirejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini sempat mengguncang dunia kesehatan. Saat itu, Dadang yang masih berusia 13 tahun terkena penyakit yang sangat langka. Namanya gigantisme.

1-gigantisme dan bapaknya -dwiGigantisme adalah tumor otak yang menjalar di kelenjar hipofise (kelenjar yang memproduksi hormon pertumbuhan). Karena penyakit ini, Dadang yang saat itu berusia 13 tahun memiliki tinggi hampir 2 meter. Karena itu dia sempat mendapat julukan ABG Raksasa. Padahal umumnya, anak dengan usia 13 tahun hanya memiliki tinggi badan 150 cm. Akibat dari gigantisme ini, dia sempat mengalami kebutaan sementara. Dia pun akhirnya putus sekolah sejak kelas II di SMP Islam Madirejo, Pujon.

Pada awal 1 Maret 2013, dia menjalani operasi di RSSA. Hasilnya cukup lumayan. Sebab, dia yang sebelumnya tidak bisa bangun, akhirnya bisa duduk. Namun, dia belum sembuh total. Tumor yang berhasil diangkat saat di RSSA sebesar 10–20 persen. Tapi kedua mata Dadang belum mengalami kemajuan yang berarti. Bahkan, dia sampai tidak bisa membaca dan menulis lagi.

Nah, karena harus menjalani perawatan lebih serius, atas rekomendasi dari dr Harjoedi Adji Tjahjono SpA(K), dokter spesialis anak sub endokrinologi RSSA, Dadang

akhirnya ditangani oleh Children First Foundation (CFF). CFF adalah sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam bidang kesehatan anak. Karena di bawah penanganan CFF, maka perawatan harus dilakukan di Melbourne, Australia.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *