5 Sifat Rio Haryanto sebagai Bekal Evaluasi Diri

5 Sifat Rio Haryanto sebagai Bekal Evaluasi Diri

1. Religius

Resized-GSRKS

Sisi ini merupakan fondasi utama saat Rio dilanda masalah yang menimpanya dan keberuntungan yang didapatnya. Tetap melakukan shalat 5 waktu secara penuh, shalat tahajjud dan selalu ingat pada Allah setiap waktu dengan menempelkan ayat kursi di kokpit mobilnya.

2. Kekeluargaan

Resized-CPCSG

Peran serta keluarga yang kuat sampai saat ini dapat mengantarkan Rio hingga di perlombaan F1. Ayahnya, Sinyo Haryanto mengenalkan dunia balap sejak kecil dan kasih sayang yang tak terhenti oleh sang ibunda, Indah Pennywati. Perbedaan ini terlihat muncul saat di paddock sang ibunda selalu menemani Rio, bukan pacar ataupun pasangannya.

3. Niat dan Kerja Keras

Resized-X4WNN

Rio melakoni balapan semenjak usia 6 tahun, sehingga hasil latihannya terlihat cemerlang hingga saat ini. Ayahnya mengajarkan untuk disiplin waktu, sehingga konsentrasinya fokus pada balapan saja. Dia tak kenal patah arang walaupun banyak aral yang melintang, contohnya saja pendanaan dari ajang bergengsi F1 yang sampai saat ini belum terselesaikan, pengejekan komentator karena memiliki nama yang unik di GP Suzuka Jepang, keputusan panitia yang kurang menguntungkan di GP2 seri Rusia, diskriminasi pinalti saat di GP2 Monza Italia, pembongkaran mobil karena panitia tidak percaya oleh hasil yang didapatkan di GP3 Silverstone Inggris, dan yang terakhir ialah panitia kurang mempersiapkan secara matang dengan tiadanya pengadaan lagu kebangsaan Indonesia dan bendera merah putih di GP3 Istanbul Turki.

4. Rendah Hati

Resized-I8K7Y

Dunia balapan identik dengan nuansa glamor. Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi Rio Haryanto. Alih-alih melakukan sosialisasi dengan para selebriti, Rio menghabiskan waktunya untuk berlatih balapan serta olahraga, dan menyisakan hari Sabtu dan Minggu untuk berkumpul dengan keluarga. Saat ada acara khusus, Rio meladeni foto bersama hingga membuat antrian panjang, dan wawancara. Dia tidak merasa jumawa saat naik ke podium untuk meraih kemenangannya, dan bercerita bahwa sampai di titik ini karena tak terlepas dari dukungan semua pihak.

5. Kepedulian Sosial

Keluarga Rio membangun pondok pesantren dan panti asuhan di Solo. Pondok pesantrennya dikhususkan untuk anak usia TK dan SD. Pada pembukaan F1 di Australia, iringan doa dari anak-anak pondok pesantren sebagai suntikan moril untuk Rio. Pada akhir tahun 2009, Rio terjun langsung untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat.

sumber : http://emangmantep.com/5-sifat-rio-haryanto-bekal-evaluasi-diri

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *