40% Layanan Medis Gunakan Herbal

40% Layanan Medis Gunakan Herbal

Batu, Memorandum – Ketua Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (APETRI) DPD Jatim, Kuncoro Bhakti, menuturkan, potensi obat herbal sangat banyak, sekitar 50 jenis. Khasiatnya pun manjur. Layanan medis yang  menggunakan herbal sekitar 40 persen. Sedangkan 60 persen menggunakan obat kimia.

“Semakin besarnya kebutuhan obat herbal dalam layanan medis, kami terus berupaya meningkatkan kualitas para herbalis di Jatim.  Saat ini ada 1.000 orang herbalis. Khusus di Kota Batu ada 400 herbalis,”  kata  Kuncoro Bhakti, Jumat (16/12) di Batu.

Kuncoro menambahkan, keampuhan obat herbal sedikit banyak tergantung  kemampuan  herbalis. “Bila seorang herbalis handal, profesional, dan berintelektual dalam menentukan jenis bahan baku tanaman herbal dan  dalam meramu, komposisi yang terukur dengan tepat, tentu  akan menghasilkan obat herbal yang cocok untuk menyembuhkan suatu penyakit,” katanya.

Maksudnya, seorang herbalis tidak sekedar bisa meracik obat herbal, melainkan juga harus memiliki pengetahuan akan berbagai tanaman herbal sebagai obat herbal.

ASPETRI Jatim berupaya memberikan pelatihan, pendidikan, dan pembinaan kepada para herbalis agar memiliki kemampuan yang sanggup menciptakan obat herbal yang tepat untuk penyembuhan suatu penyakit secara aman.

Sedangkan bahan obat herbal, lanjut Kuncoro,  hampir semuanya berasal dari dalam negeri. Seperti  kunyit, sambiloto, kencur, jahe, temulawak, daun ungu, dan sebagainya. Dari tanaman tradisional asli Indonesia itulah bisa menghasilkan obat herbal berkhasiat tinggi bila diramu secara tepat. (cr-2)

sumber : https://www.skhmemorandum.com/daerah/malang/item/9159-40-layanan-medis-gunakan-herbal

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *